RI-Vietnam Saingan Gaet Relokasi Pabrik, Menperin Ingatkan Hal Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan adanya tren relokasi pabrik oleh perusahaan global akibat terpecahnya perdagangan internasional, disrupsi rantai pasok, dan dinamika geopolitik. Menurutnya, kondisi ini merupakan peluang bagi Indonesia untuk menjadi salah satu basis produksi manufaktur dunia, namun peluang tersebut tidak akan datang selamanya.
Agus mengingatkan bahwa perusahaan global yang merelokasi produksi tidak hanya melihat Indonesia sebagai tujuan investasi, tetapi juga membandingkannya dengan Vietnam, Thailand, Malaysia, India, dan Meksiko. Oleh karena itu, Indonesia harus segera memanfaatkan momentum ini dengan meningkatkan daya saing dan memberikan kepastian investasi, jika tidak ingin peluang tersebut direbut negara pesaing.
Dalam konteks kawasan industri, Agus menegaskan bahwa yang kini menjadi nilai jual bukan sekadar lahan, melainkan waktu — yaitu seberapa cepat komitmen investasi dapat direalisasikan menjadi produksi dan seberapa kecil ketidakpastian yang harus ditanggung investor sepanjang proses tersebut.
Bagikan
Berita terkait
BRI Perkuat Ekosistem Investasi Kawasan Industri Batam via Solusi Ini
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 20.15
Komisi XI sebut PFII bisa beri insentif hingga kewarganegaraan ganda
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 20.41
PFII Beroperasi Perdana di Jakarta, Investor Asing Mulai Antre
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 18.34
Dorong Investasi, BNI Perkuat Digitalisasi Kawasan Industri
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 16.44