RI-Vietnam Saingan Gaet Relokasi Pabrik, Menperin Ingatkan Hal Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan adanya tren relokasi pabrik oleh perusahaan global akibat terpecahnya perdagangan internasional, disrupsi rantai pasok, dan dinamika geopolitik. Menurutnya, kondisi ini merupakan peluang bagi Indonesia untuk menjadi salah satu basis produksi manufaktur dunia, namun peluang tersebut tidak akan datang selamanya.
Agus mengingatkan bahwa perusahaan global yang merelokasi produksi tidak hanya melihat Indonesia sebagai tujuan investasi, tetapi juga membandingkannya dengan Vietnam, Thailand, Malaysia, India, dan Meksiko. Oleh karena itu, Indonesia harus segera memanfaatkan momentum ini dengan meningkatkan daya saing dan memberikan kepastian investasi, jika tidak ingin peluang tersebut direbut negara pesaing.
Dalam konteks kawasan industri, Agus menegaskan bahwa yang kini menjadi nilai jual bukan sekadar lahan, melainkan waktu — yaitu seberapa cepat komitmen investasi dapat direalisasikan menjadi produksi dan seberapa kecil ketidakpastian yang harus ditanggung investor sepanjang proses tersebut.
Bagikan
Berita terkait
Sesi I Asing Kabur Rp 677,4 Miliar, Saham BCA Paling Banyak Dilepas
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 13.07
Investasi Asing Perlu Digenjot, Batam Bisa Jadi Pintu Masuk
Detik.com · 29 September 2026 pukul 11.47
Ekspansi Industri Buka Peluang Baru Bisnis Infrastruktur
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 19.40
BEI Hapus Minimun Harga Saham, IHSG Anjlok 1%
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 10.36