Rio Tinto Perluas Bisnis Trading, Mulai Jual-Beli Logam dari Produsen Lain
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rio Tinto, perusahaan tambang terbesar dunia, akan memperluas bisnis perdagangan logam dengan membeli dan menjual komoditas milik produsen lain serta menggunakan instrumen derivatif untuk mengelola risiko harga. CEO Simon Trott mengusulkan langkah ini untuk memaksimalkan keuntungan dari infrastruktur dan jaringan yang sudah dimiliki, sekaligus memberikan lebih banyak pilihan bagi pelanggan. Perusahaan akan memperdagangkan seperti alumina dan tembaga, termasuk katoda tembaga serta asam sulfat, dengan fokus pada optimasi penyaluran produksi sendiri. Rio Tinto tidak ingin menjadi perusahaan perdagangan mandiri, melainkan menambah nilai dari aset yang ada. Tim komersial yang dipimpin Chief Commercial Officer Bold Baatar saat ini memiliki 20 trader dan akan ditambah.
Bagikan
Berita terkait
8 Komoditas Jadi Penanda Keberhasilan Swasembada Pangan
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 14.15
Harga Pangan 24 September: Daging Ayam Turun, Cabai Rawit Tembus Rp 92.400
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 12.00
Harga Komoditas Kompak Melemah, Batu Bara hingga Nikel Turun
kumparan · 24 September 2026 pukul 10.03
IHSG Dibuka Merah, Turun 0,16% ke Level 6.364,97
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 09.13