Robot Minta Tip Menuai Kontroversi hingga Kritik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1494890/original/020723900_1486017642-20170202-Robot-di-Saitama-AFP1.jpg)
Pelayan robot di sejumlah lokasi, seperti The Tipsy Robot di Amerika Serikat, mulai meminta tip dari pelanggan, sehingga menimbulkan kontroversi. Minuman yang disajikan dihargai US$ 17 (Rp 301.678) dengan tambahan biaya layanan 10%. Pelanggan ragu memberi tip kepada robot karena tidak jelas penerima manfaatnya. Perusahaan seperti The Tipsy Robot dan Artly Coffee menyatakan bahwa tip dibagi rata-rata kepada pekerja manusia, namun beberapa pakar mencurigai ini sebagai upaya untuk memperoleh keuntungan tambahan. Di AS, gaji minimum untuk karyawan yang menerima tip hanya US$ 2,13 per jam, jauh di bawah US$ 7,25. Akibatnya, banyak pekerja bergantung pada tip untuk bertahan. Beberapa perusahaan, seperti Artly Coffee, telah menonaktifkan fitur tip robot dan menaikkan gaji karyawan sebagai respons terhadap kritik. Namun, sebagian pihak berargumen bahwa tip tetap diperlukan untuk menghimbau pelanggan agar tetap memberi imbalan atas layanan baik. Studi menunjukkan bahwa 11% partisikawan cenderung memberi tip pada bartender robot, dan 42% berubah pikir jika tip diterima oleh karyawan manusia. Para ahli menekankan bahwa masa depan praktik ini sangat bergantung pada respons konsumen.
Bagikan
Berita terkait
Robot AI Guru SMA Ternyata Buatan Perusahaan Boneka Seks
CNBC Indonesia · 27 Juli 2026 pukul 19.40
Bupati Cianjur Rombak 'Kabinet', 19 JPT Pratama dan Administrator Jabatan di Posisi Baru
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 19.52
Manusia Sudah Digantikan, Robot Catat Rekor Dunia Baru
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 13.40
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 11.00