Rocky Gerung: Batalkan Perjanjian Putih dengan Elite, Prabowo Harus Buat Kontrak Baru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat politik Rocky Gerung mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk membatalkan kesepakatan politik yang disebutnya sebagai perjanjian putih dengan kalangan elite. Rocky menilai para elite tersebut tidak mampu memahami kejujuran pemikiran, kegelisahan politik, serta pandangan sosialisme historis yang dimiliki oleh Prabowo. Setelah berjalan dua tahun, ia menyarankan agar Prabowo tidak lagi bergantung pada elite dan beralih membuat kesepakatan baru langsung bersama publik.
Bersamaan dengan pandangan tersebut, sejumlah pengamat politik memprediksi adanya potensi perombakan atau reshuffle kabinet besar-besaran hingga Oktober 2026 mendatang. Isu perombakan menteri ini menjadi sorotan di tengah dinamika jalannya pemerintahan.
Namun, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membantah kabar mengenai rencana reshuffle pada Kabinet Merah Putih. Prasetyo menegaskan bahwa prioritas pemerintah saat ini bukanlah mengganti menteri yang menjabat, melainkan mengisi kekosongan jabatan yang ada, seperti posisi Wakil Menteri Pertanian serta Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 06.55
Sejumlah Menteri Peringati HUT RI Bersama Warga Terdampak Gempa NTT
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 19.49
Sekjen PKS soal Pertemuan Sekjen Koalisi: Sukseskan Pemerintahan Prabowo
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 17.54
Slamet Ariyadi: Pesan Prabowo Selaras dengan Misi PAN Gerak Bantu Rakyat
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 14.31
Prabowo Berpidato, Komeng: Saya Tidak Minta Harapan, Tapi Juara Satu
Berita terkait
PDIP Soal Penggantian Listyo Sigit hingga Reshuffle ke-7 Prabowo: Ada Pesan Besar di Baliknya
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 10.30
Prabowo Resmi Reshuffle Kabinet: Sugiono Menko PMK, Listyo KSP
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 14.32
Jadi Wantimpres, Rocky Gerung Ungkap Pesan Khusus Prabowo
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 17.39
Perombakan Kabinet Dinilai Belum Cukup Buktikan Keretakan Hubungan Prabowo-Jokowi
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 17.32