Rupiah Menguat ke 17.715 per Dolar AS, Investor Tunggu Data Inflasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4282585/original/087151700_1672910854-Imbas_potensi_perlambatan_ekonomi_nilai_rupiah_melemah_terhadap_dollar-ANGGA_5.jpg)
Rupiah menguat tipis 7 poin menjadi 17.715 per USD pada pembukaan perdagangan Selasa (1/9/2026). Penguatan dipengaruhi koreksi dolar AS yang dipicu kekhawatiran terhadap rencana buyback obligasi jangka panjang pemerintah AS yang dinaikkan menjadi US$4 miliar per operasi. Di dalam negeri, investor cenderung menunggu data inflasi dan perdagangan Indonesia yang akan dirilis hari ini. Analis Lukman Leong memperkirakan data perdagangan akan menunjukkan defisit sekitar US$300 juta akibat impor minyak mentah naik 24 persen, sementara inflasi yoy diperkirakan naik dari 2,88\% ke 3,13\%.
Bagikan
Berita terkait
Rapat Paripurna DPR Setujui Destry, Aida, dan Solikin untuk Pimpin BI
JawaPos · 1 September 2026 pukul 13.00
Sah! Paripurna DPR Restui Destry Damayanti jadi Gubernur BI 2026-2031
JawaPos · 1 September 2026 pukul 13.00
Rumah Modular Tahan Gempa Ditampilkan di Danantara Housing Expo 2026
JawaPos · 1 September 2026 pukul 13.00
Tak Bisa Sendiri, Destry Damayanti Dorong Sinergi Pengendalian Inflasi Pangan
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 13.00