Rusia-China vs AS-Inggris-Prancis, Debat Sengit Sanksi Iran di PBB
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Lima negara anggota tetap Dewan Keamatan PBB — Rusia, China, AS, Inggris, dan Prancis — terlibat perdebatan sengit pada 10 September 2026 terkait pemberlakuan kembali sanksi terhadap Iran. Rusia dan China menilai mekanisme 'snapback' dalam JCPOA 2015 sudah kedaluwarsa, sementara AS, Inggris, dan Prancis berargumen sanksi dapat diberlakukan kembali secara sah. Rusia berpendapat Resolusi 2231 yang mengesahkan JCPOA berakhir pada 18 Oktober 2025, sehingga Komite Sanksi 1737 kehilangan dasar hukum. China mendukung posisi ini dan memperingatkan agar tidak ada tindakan sepihak, menegaskan 'kekhawatiran mendalam' terhadap langkah pemberlakuan kembali sanksi. AS, Inggris, dan Prancis menolak klaim ini, menyatakan bahwa Inggris dan Prancis telah memulai kembali mekanisme snapback akibat 'kegagalan signifikan dalam pemenuhan kewajiban' oleh Iran. Mereka juga menegaskan bahwa Komite Sanksi 1737 telah dipulihkan. Setelah perdebatan, Dewan Keamanan PBB mengadakan pemungutan suara terkait agenda sementara rapat. Hasilnya, 11 negara mendukung, dua menolak, dan dua lainnya abstain, sehingga upaya Rusia dan China untuk menghentikan rapat gagal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 11 September 2026 pukul 11.36
Ribut-ribut AS dan Rusia-China Soal Iran di Dewan Keamanan PBB
Berita terkait
Pertama dalam 20 Tahun, Iran Dilaporkan ke DK PBB Atas Program Nuklirnya
Detik.com · 10 September 2026 pukul 13.46
Penthouse Milik Mojtaba di London Berlokasi Beberapa Meter dari Kedubes Israel
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 17.25
Blokade dan Sanksi AS Tekan Ekonomi Iran, Selat Hormuz Jadi Taruhan
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 07.49
Setelah Maduro Lengser, Trump Klaim AS Ambil Alih Cadangan Minyak Venezuela
Media Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 12.40