Saham BACH Anjlok Hingga Sentuh ARB Usai Diakuisisi Djarum
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Saham PT Bach Multi Global Tbk (BACH) anjlok hingga menyentuh batas Auto Rejection Bawah (ARB) sebesar 14,78% ke level Rp865 per saham pada perdagangan Selasa (4/8/2026), memutus penguatan enam hari beruntun. Koreksi terjadi tak lama setelah Grup Djarum resmi menjadi pemegang saham pengendali lewat PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) yang menguasai 51% saham BACH. Nilai transaksi hari itu mencapai Rp204,46 miliar dengan volume 2,15 juta lot. Investor asing membukukan net sell Rp15,42 miliar, sementara antrean jual menumpuk hingga 1,06 juta lot.
Sebelum anjlok, BACH mencatat reli spektakuler sekitar 93% dalam enam hari sejak 27 Juli hingga 3 Agustus 2026, dari Rp525 ke Rp1.015. Bahkan setelah koreksi ARB, saham ini masih menguat sekitar 65% dari posisi 24 Juli. Reli dipicu masuknya Grup Djarum yang menjadikan BACH bagian dari ekosistem infrastruktur telekomunikasinya, termasuk Protelindo, TOWR, iForte, dan SUPR.
Dari sisi kinerja, BACH membukukan pendapatan Rp1,73 triliun sepanjang 2025, naik hampir 40% dibanding tahun sebelumnya. Laba bersih meningkat hampir dua kali lipat menjadi sekitar Rp156 miliar, dengan Net Profit Margin 9% dan Return on Equity 29%.
Bagikan
Berita terkait
Saham BYAN Melejit 20% di Tengah Kabar Rencana Akuisisi oleh Haji Isam
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 19.00
Saham Emiten Grup Djarum (BACH) ARB 3 Hari Beruntun, Ambles 38%
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 13.20
Disorot! GULA Balikkan Rugi Jadi Untung, Akuisisi, Saham Naik 226%
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 08.50
Sony Berniat Mengambil Alih Produsen Lensa Tamron
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 12.54