Saham Chip Rontok, Bursa Kospi Korea Ambles 10% Lagi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indeks saham teknologi Asia mengalami penurunan tajam pada perdagangan Rabu (29/7/2026), terutama di sektor semikonduktor, setelah saham chip di AS juga melemah sehari sebelumnya. Di Korea Selatan, Kospi anjlok hingga 10% dengan saham SK Hynix turun lebih dari 15% meskipun melaporkan rekor laba kuartalan, sementara Samsung Electronics turun lebih dari 8%, LG Innotek sekitar 15%, dan Seoul Semiconductor 10%. Di Jepang, Kioxia jatuh 14%, Tokyo Electron turun 12,6%, dan SoftBank Group terkoreksi hampir 10%. Taiwan melihat penurunan TSMC sebesar 3,9%, sementara indeks semikonduktor China di Hong Kong anjlok lebih dari 6% dan indeks ChiNext 300 turun 0,63%.
Pelemahan ini mengikuti koreksi di Wall Street, di mana Intel turun hampir 6%, AMD melemah 8%, produsen memori seperti Micron dan Seagate turun lebih dari 8%, Western Digital terkoreksi hampir 7%, dan SanDisk merosot 14%. Analis seperti Kieron Poon dari Aberdeen Investments menyatakan bahwa pelemahan ini mencerminkan deleveraging yang berlangsung di Korea dan sentimen global yang memburuk, namun volatilitas tidak mengubah prospek jangka panjang sektor tersebut. David Riedel dari Riedel Research Group menambahkan bahwa koreksi lebih mencerminkan aksi ambil untung setelah reli sebelumnya, meskipun kekhawatiran pendanaan AI dan persaingan dari China membebani sentimen.
Sebaliknya, saham-saham internet China di Hong Kong bergerak berlawanan arah, dengan Tencent menguat sekitar 4%, Meituan naik 2,49%, sementara Alibaba, Baidu, dan Kuaishou juga berada di zona hijau, menunjukkan perbedaan performa antar sektor.
Bagikan
Berita terkait
Indeks Kospi Hari Ini Anjlok 4,58% Imbas Tekanan Saham Semikonduktor
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 18.10
Naik17%! Kospi Cuma Butuh 5 Menit Buat Kembali ke Level 6.000-an
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 13.26
Naik 17%! Kospi Cuma Butuh 5 Menit Buat Kembali ke Level 6.000-an
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 13.26
KOSPI Anjlok Gegara Saham Teknologi, Bursa Regional Perlu Wasapda?
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 15.19