Saham Masih Disuspensi, NICK Buka-bukaan Soal Kondisi Bisnis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Charnic Capital Tbk (NICK) mengalami suspensi perdagaran saham sejak 21 September 2026 oleh BEI setelah naik hampir 200% dalam tiga bulan terakhir. Manajemen menjelaskan kegiatan usaha meliputi penyewaan properti, investasi saham, serta tiga anak usaha: Charnic Land Investment, Energindo Nusantara (kelistrikan), dan Okansa Pacific (green mobility). Kenaikan harga saham didorong aktivitas Okansa Pacific dan Energindo Nusantara. Kerugian investasi portofolio Rp33 miliar per 30 Juni 2026 bersifat sementara akibat mark to market. Penjualan barang/jasa Rp24,9 miliar di konsoidasikan dari Energindo. Tidak ada kontrak baru, sengketa hukum, atau informasi material yang tersembunyi. Rasio permodalan tinggi dan arus kas konsisten mendukung kondisi keuangan.
Bagikan
Berita terkait
Harga Saham Terbang Tinggi, BEI Gembok Saham ASPI, SINI, dan IDEA
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 10.55
Harga Naik Ratusan Persen, BEI Gembok Saham WAPO dan NASI
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 10.35
Kembali Diperdagangkan, Saham Emitek Haji Isam (PACK) Langsung Melejit 9,82%
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 15.14
Sempat Disuspensi, BEI Kembali Buka Perdagangan Saham Emiten Haji Isam
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 13.38