Said Didu: Oktober itu Ronde Terakhir bagi Prabowo, Apakah K.O atau Menang Angka
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Aktivis Said Didu menganalisis dinamika kekuasaan di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam podcast Abraham Samad SPEAK UP, ia menyatakan bahwa mantan Presiden Jokowi tidak sepenuhnya melepaskan kekuasaan kepada Prabowo, dan Prabowo hanya diberi waktu sekitar dua tahun hingga Oktober 2026.
Said Didu melihat tanda-tanda pelemahan posisi Prabowo, termasuk sabotase struktural melalui menteri-menterinya, yang disebutnya sebagai "kudeta senyap". Ia juga menyebut adanya "segitiga SSB" (Singapore-Solo-Bandung) yang diduga mempersiapkan langkah politik. Selain itu, ia menyinggung kasus Febri Adriansyah, menilai ada dimensi politik yang lebih luas.
Said Didu memperkirakan ketegangan internal akan meningkat menjelang Oktober 2026, yang disebutnya sebagai "ronde terakhir" untuk menentukan arah pertarungan politik di sekitar pemerintahan Prabowo.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 17.09
Keakraban Jokowi-Prabowo-Gibran di HUT RI Sinyal 2029? Begini Analisis Pengamat
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 08.21
Kata Parpol-parpol soal Prabowo Duduk Diapit Jokowi-Gibran
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 16.12
Gerindra soal Pertemuan Sekjen Koalisi: Wajar, Dukung Program Prioritas Presiden
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 14.45
Prabowo Diapit Jokowi-Gibran: Momen Akrab atau Sinyal Politik 2029?
Berita terkait
Jokowi Tak Pernah Rela Lepaskan Kekuasaan ke Siapa Pun, Said Didu: Termasuk ke Prabowo
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 13.23
Daftar 26 Wantimpres: Pratikno, Baba Alun, Rocky Gerung, hingga Anwar Usman
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 16.13
Profil Syahganda Nainggolan, Aktivis Jadi Kepala Bakom Gantikan Qodari
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 16.06
Lima Eks Menteri Koordinator Jadi Dewan Pertimbangan Presiden Era Prabowo
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 15.45