Said Didu: Oktober itu Ronde Terakhir bagi Prabowo, Apakah K.O atau Menang Angka
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Aktivis Said Didu menganalisis dinamika kekuasaan di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam podcast Abraham Samad SPEAK UP, ia menyatakan bahwa mantan Presiden Jokowi tidak sepenuhnya melepaskan kekuasaan kepada Prabowo, dan Prabowo hanya diberi waktu sekitar dua tahun hingga Oktober 2026.
Said Didu melihat tanda-tanda pelemahan posisi Prabowo, termasuk sabotase struktural melalui menteri-menterinya, yang disebutnya sebagai "kudeta senyap". Ia juga menyebut adanya "segitiga SSB" (Singapore-Solo-Bandung) yang diduga mempersiapkan langkah politik. Selain itu, ia menyinggung kasus Febri Adriansyah, menilai ada dimensi politik yang lebih luas.
Said Didu memperkirakan ketegangan internal akan meningkat menjelang Oktober 2026, yang disebutnya sebagai "ronde terakhir" untuk menentukan arah pertarungan politik di sekitar pemerintahan Prabowo.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 20.42
Mensesneg soal Foto Prabowo Berkibar Saat HUT RI: Itu Bentuk Kebanggaan
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 15.47
Ketua DPR Ungkap Nama Usulan Prabowo untuk Jadi Calon Kepala Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 14.39
Prabowo Usulkan M. Sardjito Jadi ADK OJK Pengawas Bursa Mineral
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 13.46
Gus Lilur Minta Presiden Prabowo Pastikan Namanya Tak Dipakai untuk Intervensi Muktamar NU
Berita terkait
Prabowo Disebut Sudah Izin Jokowi: Pratikno dan Listyo Sigit Siap Diganti!
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 18.40
Prabowo Baca 50 Buku Sehari, tapi Pidatonya Dinilai Kalah dari Jokowi yang Cuma Suka Komik
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 13.15
Biang Kerok di Balik Prabowo Salah Data Susana Pengupas Bawang
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 11.40
Plan B Jokowi Jika Gibran Tak Lagi Jadi Cawapres Prabowo
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 11.00