Saleh Husin Berharap Menperin Sarmuji Dapat Menuntaskan 4 Persoalan Industri Dalam Negeri
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Ketua Umum Kadin Perindustrian Saleh Husin menyampaikan empat agenda prioritas kepada Menteri Perindustrian M. Sarmuji setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026. Keempat isu tersebut meliputi ketersediaan bahan baku industri, penyederhanaan perizinan, akses energi yang kompetitif, dan kepastian berusaha. Saleh menekankan bahwa keberhasilan penyelesaian keempat persoalan ini akan mendorong pertumbuhan industri dalam negeri yang signifikan. Menurutnya, ketersediaan bahan baku menjadi fondasi utama bagi keberlangsungan produksi, sementara penyederhanaan perizinan diperlukan agar tidak menambah beban biaya bagi pelaku industri. Dari sisi energi, ia mendukung kebijakan yang memudahkan industri memperoleh energi dengan harga kompetitif. Kepastian berusaha dianggap penting untuk menjaga keberlanjutan operasional dan mendorong ekspansi usaha. Saleh yakin bahwa jika keempat agenda ini berhasil diterealisasikan, industri nasional akan mengalami pertumbuhan yang pesat dan berkelanjutan. Ia juga menyampaikan apresiasi atas pengalaman panjang Sarmuji sebagai anggota DPR dan pernah menjadi anggota Komisi yang bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian, sehingga diharapkan ia mampu memahami dinamika yang dihadapi industri dalam negeri. Saleh juga mengucapkan selamat kepada Agus Gumiwang Kartasasmita yang telah mengakhiri masa jabatannya sebagai Menteri Perindustrian dan berharap pengalamannya tetap dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan sektor industri nasional.
Bagikan
Berita terkait
Luky Alfirman Comeback, Juda Agung Ungkap Rekam Jejaknya di Kemenkeu
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 17.45
Rupiah Melemah di Tengah Reshuffle Kabinet, IHSG Tersungkur 1,02% ke 6.009
SINDOnews · 1 Oktober 2026 pukul 17.32
Dari Kopassus hingga Wamentan, Jejak Muhammad Saleh Mustafa
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 17.18
Airlangga Ungkap Tugas Dradjad Wibowo sebagai Wamenko Perekonomian
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 17.17