Jakarta · Kamis, 1 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Saling Serang Rismon vs Roy: Masalah 'Panci' Sampai Dibawa-bawa

Peneliti dan ahli forensik digital Rismon Sianipar berbalik posisi mendukung keabsahan ijazah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Perubahan ini terjadi setelah Rismon menyelesaikan kajian forensik selama tiga bulan, di mana ia merekonstruksi analisis menggunakan variabel geometri pencahayaan, intensitas cahaya, dan jenis lensa. Temuan ini bertentangan dengan klaim sebelumnya dalam dua bukunya, Jokowi’s White Paper dan Gibran End Game, yang sempat memicu polemika soal keaslian ijazah. Rismon menegaskan tiga elemen kunci pada dokumen: emboss di pojok kiri bawah, watermark yang jelas, dan konsistensi dengan foto dokumen milik Dian Sandi Utama. ”Saya sampaikan ada tiga hal utama: emboss ada di pojok kiri bawah, watermark ada, dan fitur itu konsisten dengan apa yang di-upload dengan Dian Sandi Utama. Jangan bilang tidak ada, sedih saya,” ujar Rismon. Menanggapi perubahan sikap Rismon, Roy Suryo menyindir dengan menyebut Rismon tidak berani meneliti ijazah Jokowi jika ijazahnya palsu. Rismon menanggapi dengan menyatakan bahwa Roy selalu berspekulasi dan hanya mengandalkan bukti seperti screenshot Facebook, sementara ia sendiri membawa transkrip resmi dari Yamagata University. Konflik ini memperlihatkan perdebatan sengit antara dua tokoh publik terkait keaslian dokumen penting negara. Rismon menekankan bahwa metodologi forensik yang digunakan kali ini lebih akurat dan mendukung kesimpulan bahwa ijazah Presiden dan Wakil Presiden adalah asli.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait