SDA Dibawa Kabur Asing, Amien Rais: Karena Presiden Cuma Tingak-tinguk
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengelolaan sumber daya alam (SDA) Indonesia kembali menjadi sorotan setelah kritik mantan Ketua MPR Amien Rais. Ia mempertanyakan eksploitasi sumber daya alam yang terus dibawa ke luar negeri tanpa pengawasan yang memadai dari pemerintah. Menurutnya, kekayaan alam tersebut seharusnya menjadi modal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan hanya diekspor terus-menerus. "Lihatlah ibu-ibu dan bapak-bapak, bagaimana natural resources kita, sumber daya alam kita itu diangkut ke luar negeri siang, malam, sore, pagi, tiap hari tanpa ada yang melarang, tanpa ada yang menghentikan," katanya dalam tayangan YouTube pribadinya.
Amien Rais menggemparkan kritiknya langsung kepada jajaran pemerintah, termasuk presiden, gubernur, bupati, dan walikota. Ia menggunakan istilah "tingak-tinguk" untuk menggambarkan pihak yang mengetahui masalah tetapi tidak mengambil tindakan yang dianggap memadai. "Karena apa? Gubernurnya, bupatinya, walikotanya, dan presidennya memang hanya tingak-tinguk. Sudah tahu, tapi begini terus," ujarnya.
Kritik ini kemudian dikaitkan dengan pertanyaan lebih besar mengenai kedaulatan Indonesia. Meskipun Indonesia sudah merdeka secara politik sejak 1945, lanjut Amien, kemerdekaan tersebut belum berarti rakyat sepenuhnya berdaulat dalam mengendalikan sumber daya strategis. Ia menyebutkan pengaruh oligarki dan mafia yang berpotensi memengaruhi kebijakan negara, sehingga mengganggu pengelolaan sumber daya untuk kepentingan rakyat.
Bagikan
Berita terkait
SDA Dibawa Kabur Asing, Amien Rais: Karena Presiden Memang Hanya Tingak-tinguk
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 10.10
Tak Cuma Batu Bara-Sawit, DSI Buka Opsi Atur Ekspor Komoditas Lain
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 20.55
Kata-kata Amien Rais di Momen HUT RI ke-81: Presiden hingga Wali Kotanya Hanya 'Thingak-Thinguk'
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 01.20
Sebut Indonesia Sudah Merdeka Namun Belum Berdaulat, Amien Rais: Mafia Pegang Cengelnya Presiden
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 00.20