Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Sempat Anjlok, Ini Penyebab Harga Emas Global Kembali Melesat

Harga emas global kembali menguat setelah beberapa sesi penurunan, dipicu oleh sinyal Presiden AS Donald Trump yang menunjukkan aksi militer di Timur Tengah tidak akan berlangsung lama. Kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga energi pun mereda. Pada Kamis 3 September, harga emas spot naik hingga 1,2 persen hingga mencapai USD 4.430 per troy ons, sementara pada pukul 11.46 waktu Singapura, harga emas spot tercatat naik 1 persen ke level USD 4.427,09 per troy ons. Kenaikan ini juga mendukung naiknya harga perak, platinum, dan paladium.

Sebelumnya, eskalasi konflik di Timur Tengah sempat menekan harga emas karena logam mulia dianggap sebagai aset tanpa imbal hasil yang rentan terhadap ketidakpastian. Namun, pernyataan Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams yang menyatakan inflasi sedang mereda dan dampak tarif mulai berkurang, turut meredakan tekanan pasar. Data penyerapan tenaga kerja AS pada Agustus yang tumbuh moderat juga mendukung ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga yang tidak agresif.

Sepanjang tahun ini, harga emas cenderung fluktuatif. Setelah mencapai rekor tertinggi pada Januari, harga emas sempat terkoreksi selama empat bulan hingga Juni sebelum kembali naik. Harga emas juga ditopang oleh aksi beli bank sentral dan proyeksi kebijakan suku bunga The Fed. Menurut ahli strategi OCBC Christopher Wong, pasar kini semakin rentan terhadap pergerakan dua arah dengan volatilitas yang lebih besar, terutama menjelang rilis data ekonomi AS dan pertemuan FOMC pertengahan September.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait