Jakarta · Selasa, 15 September 2026Cari
WargaKonoha

Sempat 'Ribut' dengan Purbaya, Pramono Respon Usai Ada Reshuffle: Tentunya Saya...

Pergantian Menteri Keuangan dalam reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto pada 14 September 2026, yang menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dengan Suahasil Nazara, membuka babak baru dalam hubungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Kementerian Keuangan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan menteri yang baru, menegaskan bahwa pergantian tersebut merupakan kewenangan Presiden dan harus dihormati.

Sebelumnya, Pramono sempat berbeda pandangan dengan Purbaya terkait rencana penerbitan obligasi daerah Jakarta senilai Rp5,2 triliun. Purbaya mendorong penggunaan skema pinjaman melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), sementara Pramono tetap mempertahankan niat untuk menerbitkan obligasi. Pramono menjelaskan bahwa kebutuhan pendanaan untuk pembangunan menjadi alasan utama Jakarta tetap mempertimbangkan penerbitan obligasi tersebut, meski Purbaya pernah menyatakan bahwa dana DKI cukup.

Pramono menyampaikan harapannya agar Suahasil dapat menjalankan tugasnya dengan baik sebagai Menteri Keuangan, yang ia anggap posisi sangat strategis untuk pengelolaan fiskal dan stabilitas ekonomi nasional. Ia juga menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan menyesuaikan diri dengan kebijaman pusat, termasuk siapa pun yang memimpin Kementerian Keuangan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait