Serat Alternatif Jadi Kunci Daya Saing Industri Kertas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1292545/original/041575200_1468927170-20160719-Pabrik-APP-FP-3.jpg)
Industri pulp dan kertas Indonesia fokus pada otomasi, digitalisasi, dan efisiensi energi untuk menjaga daya saing pasar global yang menuntut produksi berkelanjutan. Pengelolaan air, limbah, dan emisi menjadi prioritas. Penggunaan serat non-kayu alternatif sebagai bahan baku tambahan dianggap solusi untuk memperkuat ketahanan pasokan, meski memerlukan dukungan riset, teknologi, dan kebijakan. Pengembangan serat panjang non-kayu masih dalam tahap uji kualitas, efisiensi, dan ekonomi. Paper Chain Expo 2026 pada 27-29 Agustus 2026 di Jakarta akan membahas isu ini termasuk seminar serat non-kayu dan business matching.
Bagikan
Berita terkait
Wamen Nezar: Digitalisasi UMKM Tak Cukup Go Digital, Harus Go Produktif dan Kompetitif
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 14.41
Efisiensi Rp252 Miliar per Tahun, Revamping Amonia Pupuk Kaltim Siap Beroperasi Penuh
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 08.08
Pupuk Kaltim Pangkas 110 Ribu Ton Emisi CO2 lewat Ammonia Pabrik-2
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 06.03
PGN Perluas Jargas Sleman, Ribuan Rumah hingga Pelaku Usaha Nikmati Efisiensi
JPNN.com · 22 Agustus 2026 pukul 10.28