Sindiran Jokowi soal Pemimpin Kasar Mengarah pada Presiden Prabowo, Kata Ahmad Khozinudin
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menjadi sasaran sindiran tidak langsung dari mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya pada peringatan Maulid Nabi dan Haul K.H. Musyafa Ali di Kebumen, Jawa Tengah. Dalam pidato tersebut, Jokowi mengutip filosofi Jawa seperti 'lamun siro sekti ojo mateni' (jika punya kekuatan, jangan membunuh) dan 'lamun siro pinter ojo minteri' (jika pintar, jangan licik). Pesan ini dinilai mengarah pada gaya kepemimpinan yang lebih tegas dan berapi-api seperti yang kerap ditunjukkan Prabowo.
Pengamat politik Ahmad Khozinudin menilai sindiran Jokowi sulit dilepaskan dari dinamika politik saat ini. Ia menyoroti kontras antara pesan moral Jokowi dan rekam jejak pemerintahannya sebelumnya, seperti kasus hilangnya ratusan petugas KPPS pada Pemilu 2019, Tragedi Kanjuruhan, dan pencabutan organisasi seperti HTI dan FPI. Menurutnya, kebijakan-kebijakan tersebut dapat dibaca sebagai pelanggaran terhadap prinsip 'ojo mateni' dan 'ojo minteri'.
Khozinudin juga menyinggung ketegangan politik antara Jokowi dan pemerintahan Prabowo, yang ia gambarkan dengan konsep 'ngunduh wohing pakerti'—seseorang akan menuai apa yang ditanamnya. Ia menilai Prabowo, yang dulu menjadikan Jokowi sebagai guru politik, kini mereplikasi gaya pragmatis yang dipelajarinya selama masa transisi kekuasaan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 21.12
Gus Ipul Tegaskan Keputusan Muktamar Ke-35 NU Mengikat Peserta
Berita terkait
Prabowo Baca 50 Buku Sehari, tapi Pidatonya Dinilai Kalah dari Jokowi yang Cuma Suka Komik
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 13.15
Sindiran Jokowi soal Pemimpin Kasar Mengarah pada Prabowo, Kata Ahmad Khozinudin
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 09.15
Ketua Joman Klaim Jokowi Langsung Nasihati Budi Arie Usai Bilang Prabowo Selesai Sebelum 2029
Warta Ekonomi · 30 Agustus 2026 pukul 02.00
Usai Ribut soal Pemilu 2029 Dipercepat, Jokowi Minta Relawan Totalitas ke Prabowo-Gibran
Warta Ekonomi · 29 Agustus 2026 pukul 10.30