Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Sindiran Jokowi soal Pemimpin Kasar Mengarah pada Presiden Prabowo, Kata Ahmad Khozinudin

Presiden Prabowo Subianto menjadi sasaran sindiran tidak langsung dari mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya pada peringatan Maulid Nabi dan Haul K.H. Musyafa Ali di Kebumen, Jawa Tengah. Dalam pidato tersebut, Jokowi mengutip filosofi Jawa seperti 'lamun siro sekti ojo mateni' (jika punya kekuatan, jangan membunuh) dan 'lamun siro pinter ojo minteri' (jika pintar, jangan licik). Pesan ini dinilai mengarah pada gaya kepemimpinan yang lebih tegas dan berapi-api seperti yang kerap ditunjukkan Prabowo.

Pengamat politik Ahmad Khozinudin menilai sindiran Jokowi sulit dilepaskan dari dinamika politik saat ini. Ia menyoroti kontras antara pesan moral Jokowi dan rekam jejak pemerintahannya sebelumnya, seperti kasus hilangnya ratusan petugas KPPS pada Pemilu 2019, Tragedi Kanjuruhan, dan pencabutan organisasi seperti HTI dan FPI. Menurutnya, kebijakan-kebijakan tersebut dapat dibaca sebagai pelanggaran terhadap prinsip 'ojo mateni' dan 'ojo minteri'.

Khozinudin juga menyinggung ketegangan politik antara Jokowi dan pemerintahan Prabowo, yang ia gambarkan dengan konsep 'ngunduh wohing pakerti'—seseorang akan menuai apa yang ditanamnya. Ia menilai Prabowo, yang dulu menjadikan Jokowi sebagai guru politik, kini mereplikasi gaya pragmatis yang dipelajarinya selama masa transisi kekuasaan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait