Jakarta · Senin, 28 September 2026Cari
WargaKonoha

Sindiran Telak dari PDIP: Disuruh Tunjukkan Ijazah, Malah Pamernya KTA

Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi mengumumkan keanggotaannya di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI di Bandung, Jawa Barat, pada akhir pekan 26-27 September 2025. Jokowi memamerkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI-nya ke hadapan publik, meski ia mengaku telah terdaftar sebagai kader sejak 14 Oktober 2025. Langkah ini muncul setelah beberapa waktu sebelumnya Jokowi sempat enggan memastikan keanggotaannya di PSI. Dalam kesempatan yang sama, Jokowi turut hadir dalam acara serupa di Kabupaten Bekasi. Keputusan ini menimbulkan respons beragam, terutama dari kubu pendukung dan kritikus politik di tanah air. Beberapa pihak menyoroti potensi konflik kepentingan mengingat Jokowi masih menjabat sebagai Presiden hingga Oktober 2025. Sementara itu, Guntur Romli, juru bicara DPP PDIP, menyindir tajam aksi Jokowi memamerkan KTA PSI. Guntur secara sarkastis mempertanyakan kepanjangan PSI dan menyoroti bahwa Jokowi sebelumnya sempat diminta untuk menunjukkan ijazahnya terkait spekulasi soal riwayat pendidikan. "Diminta menunjukkan ijazah agar tidak makin gaduh, kok malah menunjukkan KTA," ujar Guntur. Ia juga meminta agar Jokowi menunjukkan ijazah Sarjuda dari UGM dan Gibran Djarot menunjukkan ijazah SMA-nya. Sindiran ini mencerminkan ketegangan politik yang terus berlanjut terkait isu keanggotaan dan keterbuktian riwayat pendidikan tokoh nasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait