Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Soal 2029 Bukan Gibran, Tapi Prabowo Bisa Lanjut?

Advokat publik Munarman menilai isu utama menjelang Pilpres 2029 bukanlah soal apakah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dapat maju, melainkan apakah Presiden Prabowo Subianto mampu melanjutkan kepemimpinannya. Menurutnya, skema politik di pemerintahan saat ini menyerupai pola 'bad cop–good cop', di mana Gibran dan ayahnya, Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), berperan sebagai 'good cop' di lapis kedua, sementara Prabowo menjadi 'bad cop' yang menyerap kemarahan publik. Munarman menyatakan bahwa serangan di media sosial dan berita hampir selalu ditujukan kepada Prabowo, bukan ke Gibran, sehingga Jokowi dan Gibran tetap terlindungi.

Strategi ini, menurut Munarman, membuat Jokowi dan Gibran tetap aman di lapis kedua. Ia menekankan bahwa pertanyaan yang perlu dijawab bukanlah apakah Gibran dapat maju di Pilpres 2029, tetapi apakah Prabowo mampu melanjutkan kepemimpinannya selama lima tahun penuh.

Sebelumnya, isu bahwa Prabowo hanya akan menjabat selama 2–3 tahun lalu digantikan oleh Gibran sempat mencuat. Isu ini pertama kali muncul menjelang Pilpres Februari 2024, dilontarkan oleh pengamat militer dan intelijen Connie Rahakundini Bakri. Connie mengklaim dalam pertemuan dengan Rosan Roeslani, saat itu Ketua TKN Prabowo–Gibran, ia ditawari posisi wakil menteri dan diceritakan skenario masa jabatan yang sama. Namun, Rosan membantah keras tuduhan tersebut dan bahkan melaporkan Connie ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik. Pihak resmi tetap menegaskan komitmen pasangan Prabowo–Gibran untuk menjalankan mandat rakyat sesuai konstitusi selama lima tahun penuh (2024–2029).

Berita terkait