Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

Stok Melimpah, Mengapa Beras Premium 5 Kg Malah Langka di Pasaran?

Beras premium kemasan 5 kg kesulitan ditemukan di ritel modern meski stok beras nasional disebut melimpah. Menurut pengamat Eliza Mardian dari CORE Indonesia, kelangkaan ini bukan akibat kekurangan fisik, melainkan ketidaksinkronan antara kebijakan harga pemerintah dan biaya pasar di hulu. Pemerintah menetapkan HET beras premium yang belum sejalan dengan kenaikan biaya seperti harga gabah, penggilingan, dan distribusi. Akibatnya, pelaku usaha enggan memasok ke kanal ritel yang dibatasi harga, sehingga beras tidak mengalir ke pasaran konsumen meski tersedia di gudang. Harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani saat ini berkisar Rp7.000-Rp7.500 per kg, sementara HPP pemerintah hanya Rp6.500 per kg. Di sisi lain, HET beras premium belum disesuaikan dengan kenaikan biaya ini. Hal ini menciptakan margin yang sempit atau bahkan kerugian bagi pelaku usaha, sehingga mereka memilih mengurangi pasokan ke ritel.\ Akibatnya, sejumlah toko ritel bahkan memberlakukan pembatasan pembelian beras premium 5 kg. Analis Ronny P. Sasmita dari ISEAI menambahkan, solusi perlu meliputi tiga langkah: evaluasi HET secara berkala berdasarkan biaya riil, pemetaan titik kesenjangan distribusi, dan penguatan intervensi melalui beras stabilisasi. Pemerintah juga diusulkan menghentikan sementara ekspor beras premium agar kebijakan konsisten dengan ketersediaan domestik.

Berita terkait