Suara Tak-Tek-Tok Hidupi Warga Kampung Dukuh hingga Bisa Ekspor
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Di Kampung Dukuh, Desa Pasir Mukti, Citeureup, Bogor, suara 'tak-tek-tok' yang terdengar dari rumah-rumah para perajin kaleng bukanlah suara mistis, melainkan pertanda keberhasilan ekonomi. Salah satu perajin andalan adalah Mansur (67), yang sudah menguasai seni menyulap lembaran aluminium menjadi kaleng kerupuk mini selama 15 tahun. Keterampaunya ini diturunkan dari sang ayah yang dahulu menjadi pengrajin kompor minyak. Dengan alat sederhana seperti palu kecil, tang potong, dan alas kayu, Mansur berhasil menghasilkan berbagai produk seperti kaleng kerupuk, loyang, dan cetakan kue. Suara 'tak-tek-tok' ini bahkan menjadi sumber rezeki yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, bahkan hingga membeli rumah untuk anaknya.
Untuk meningkatkan pemasaran, para perajin di Kampung Dukuh bekerja sama dengan Kampung Kaleng, sebuah inisiatif yang membantu memperluas jangkauan pasar melalui media sosial dan platform seperti Shopee. CEO Kampung Kaleng, Arif Rahmat, menyatakan bahwa sebelumnya produk-produk perajin kesulitan untuk mencapai konsumen luas karena pasar yang terbatas. Namun, dengan dukungan digital, toko online Kampung Kaleng kini menerima puluhan ribu pesanan dan mendapatkan rating 4,7 dari 5. Produk-produk seperti kaleng kerupuk besar atau mini, celengan, panggangan ikan, dan cetakan kue menjadi andalan. Bahkan, produk-produk ini pernah diekspor ke Malaysia dan Filipina, meskipun masih dalam skala kecil.
Industri kerajinan kaleng ini juga berperan dalam menciptakan lapangan kerja baru, seperti host dan spesialis media sosial. Salah satunya adalah Moya (23), yang menjadi content creator dan melakukan live streaming untuk mempromosikan produk. Dampak positifnya tidak hanya terlihat pada peningkatan penjualan, tetapi juga pada pengembangan kemampuan digital para pekerjanya. Di sisi makro, UMKM seperti yang dikelola oleh para perajin di Kampung Dukuh ini menyumbang sebesar 61% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap 97% tenaga kerja di Indonesia. Menurut Menteri UMKM, UMKM adalah ruang dan kesempatan terbaik untuk berkontribusi pada perekonomian nasional.
Bagikan
Berita terkait
Mutiara Lombok Tembus Pasar Global, Setia Pearl Naik Kelas Berkat Pelatihan Ekspor BRI Peduli
Liputan6.com · 29 Agustus 2026 pukul 19.33
Pemerintah Dorong Koperasi Berorientasi Pasar Ekspor, Menkop Ikut Sumbang Rp100 Juta
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 07.35
Pemerintah Dorong Koperasi Berorientasi Pasar Ekspor, Menkop Ikut Nyumbang Rp100 Juta
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 07.35
Bea Cukai Tanjung Priok Dorong Kesiapan UMKM Tembus Pasar Ekspor Lewat Kegiatan Ini
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 14.24