Subsidi Energi Sepanjang 2026 Bakal Lewati Target APBN, Ini Penyebabnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Proyeksi subsidi energi di tahun 2026 diperkirakan mencapai Rp 227,2 triliun, melampaui target APBN sebesar Rp 210 triliun. Kenaikan ini dipengaruhi oleh dua faktor utama: lemahnya nilai tukar Rupiah yang rata-rata berada di Rp 17.197 per dolar AS (lebih tinggi dari asumsi dasar Rp 16.500), dan kenaikan harga minyak mentah Indonesia Crude Price (ICP) yang mencapai USD 90,46 per barel pada semester I 2026, melebihi outlook USD 75-85 per barel akibat gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah. Dari 2022 hingka 2025, rata-rata realisasi subsidi energi mencapai Rp 174,73 triliun per tahun, dengan dominasi dari subsidi Jenis BBM Tertentu (JBT) dan LPG tabung 3 kg sebesar Rp 104,2 triliun per tahun, serta subsidi listrik Rp 70,45 triliun per tahun yang tumbuh 12,9 persen.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 15.58
Subsidi Energi 2027 Bengkak Jadi Rp272,9 Triliun, ESDM Singgung Pelemahan Rupiah
Berita terkait
Purbaya & Bahlil Sepakat Harga BBM Subsidi Tak Bakal Naik
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 19.00
Bahlil Lahadalia Sebut Presiden Prabowo Minta Harga BBM Subsidi Tidak Dinaikkan
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 09.00
Presiden Iran Beri Sinyal Damai, Lonjakan Harga Minyak Mulai Mereda
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 13.00
Harga Minyak Dunia Tak Turun Meski Sinyal Perang Iran Mulai Surut
Liputan6.com · 22 Agustus 2026 pukul 08.30