Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Swasembada Energi Prabowo Lewat B50 Hemat Rp170 Triliun, Akademisi Dorong Dana Dioptimalkan untuk Teknologi

Presiden Prabowo Subianto berhasil mewujudkan swasembada energi melalui produksi Biodiesel B50 dari kelapa sawit, yang mulai berlaku sejak 1 Juli 2026. Kebijakan ini membuat Indonesia tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri, sehingga menghemat devisa negara sebesar Rp170 triliun atau sekitar 9,5 miliar dolar Amerika. Dengan penghematan devisa ini, Indonesia dapat mengalokasikan sumber daya tersebut ke sektor lain, termasuk pengembangan teknologi nasional.

Akademisi mendukung kebijakan ini. Robert Winerungan dari Universitas Negeri Manado menilai penghentian impor solar memberikan dampak positif terhadap perekonomian. Menurutnya, penghematan devisa besar ini dapat digunakan untuk memperkuat kemampuan teknologi nasional, yang pada gilirannya meningkatkan produktivitas dan menekan biaya produksi, sekaligus membuat produk dalam negeri lebih kompetitif.

Yayan Satyakti dari Universitas Padjadjaran menekankan pentingnya penguatan ekosistem pendukung agar implementasi B50 berjalan berkelanjutan. Ia menyarankan perbaikan pungutan, diversifikasi bahan baku, dan peningkatan produktivitas kebun sawit rakyat. Keputusan Menteri ESDM Nomor 113.K/EK.05/MEM.E/2026 telah mengatur arah kebijakan pencampuran biodiesel hingga 2030 dengan mempertimbangkan kesiapan bahan baku, pembiayaan, dan infrastruktur.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait