Swasembada Energi Prabowo Lewat B50 Hemat Rp170 Triliun, Akademisi Dorong Dana Dioptimalkan untuk Teknologi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto berhasil mewujudkan swasembada energi melalui produksi Biodiesel B50 dari kelapa sawit, yang mulai berlaku sejak 1 Juli 2026. Kebijakan ini membuat Indonesia tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri, sehingga menghemat devisa negara sebesar Rp170 triliun atau sekitar 9,5 miliar dolar Amerika. Dengan penghematan devisa ini, Indonesia dapat mengalokasikan sumber daya tersebut ke sektor lain, termasuk pengembangan teknologi nasional.
Akademisi mendukung kebijakan ini. Robert Winerungan dari Universitas Negeri Manado menilai penghentian impor solar memberikan dampak positif terhadap perekonomian. Menurutnya, penghematan devisa besar ini dapat digunakan untuk memperkuat kemampuan teknologi nasional, yang pada gilirannya meningkatkan produktivitas dan menekan biaya produksi, sekaligus membuat produk dalam negeri lebih kompetitif.
Yayan Satyakti dari Universitas Padjadjaran menekankan pentingnya penguatan ekosistem pendukung agar implementasi B50 berjalan berkelanjutan. Ia menyarankan perbaikan pungutan, diversifikasi bahan baku, dan peningkatan produktivitas kebun sawit rakyat. Keputusan Menteri ESDM Nomor 113.K/EK.05/MEM.E/2026 telah mengatur arah kebijakan pencampuran biodiesel hingga 2030 dengan mempertimbangkan kesiapan bahan baku, pembiayaan, dan infrastruktur.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 22.24
Prabowo Ungkap Keberhasilan B50, Pakar: Devisa tak Terkuras oleh Impor BBM Lagi
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 18.34
Prabowo Pamer Keberhasilan B50, Pakar: Devisa Kita Tidak Terkuras Impor BBM Lagi
Berita terkait
Prabowo: Indonesia Tak Lama Lagi Swasembada Energi
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 07.39
Prabowo Jamin RI Tak Perlu Impor BBM Terlalu Banyak
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 18.18
Prabowo Pamer Hemat Devisa Rp170 T Lewat Swasembada Energi
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 10.33
GAPKI: Pasokan Sawit Hadapi Tekanan Ganda Jelang 2027, Ajak India Perkuat Kemitraan
JPNN.com · 30 September 2026 pukul 19.04