Taksi Online-Kendaraan Umum Menjamur, Masih Relevankah Punya Mobil?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketersediaan transportasi umum dan taksi online yang masif memicu dilema kepemilikan mobil pribadi. Meski menawarkan privasi dan fleksibilitas, mobil membawa beban finansial besar berupa harga beli, bunga kredit, pajak, serta biaya operasional seperti BBM dan pemeliharaan yang kian meningkat.
Perencana keuangan menyarankan pembelian mobil harus didasarkan pada kebutuhan nyata, bukan keinginan atau emosi. Calon pembeli wajib menghitung total cost of ownership agar tidak mengganggu dana darurat atau investasi masa depan. Bagi pemilik mobil, efisiensi rute dan kombinasi dengan transportasi umum (seperti park and ride) disarankan untuk menekan biaya operasional.
Bagikan
Berita terkait
Baru 30,67 Juta Peserta, Dana Pensiun di Indonesia Punya Ruang Tumbuh Besar
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 10.30
Indonesia vs Singapura di GBK, Simak Rute Alternatif dan Lokasi Parkirnya
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 18.01
Rute Trans Jogja dari Terminal Giwangan ke Palbalang Bantul
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 09.13
MRT Jakarta bakal Hidupkan kembali Kejayaan Blok M: akan Ada Revitalisasi Besar!
JawaPos · 24 September 2026 pukul 22.00