Tekstil RI Makin Tertinggal, Investasi Terancam Sia-sia Tanpa Modernisas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri tekstil Indonesia menghadapi risiko investasi sia-sia jika revitalisasi hanya fokus pada penambahan kapasitas produksi tanpa modernisasi teknologi. Akademisi UBSI, Sarlina Sari, menekankan bahwa pembaruan mesin, efisiensi produksi, dan inovasi sangat krusial untuk meningkatkan daya saing global dan produktivitas nasional.
Strategi investasi jangka panjang, termasuk peran BPI Danantara, harus diarahkan pada penguatan rantai pasok, peningkatan kualitas SDM, dan perluasan pasar ekspor. Keberhasilan revitalisasi tidak boleh hanya diukur dari nilai investasi, tetapi dari indikator kinerja nyata seperti pertumbuhan ekspor, penyerapan tenaga kerja, dan efisiensi produksi melalui kolaborasi lintas sektor.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 28 September 2026 pukul 18.05
2 Tahun Kepemimpinan Prabowo, Ketum Logis 08 Beberkan Capaian Bidang Ekonomi dan Penegakan Hukum
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 16.29
IHSG Tergelincir ke 6.147 usai Batas Minimum Saham Dipangkas Jadi Rp1
JPNN.com · 28 September 2026 pukul 12.00
Harga Emas dan Perak Hari Ini 28 September 2026, Ini Daftar Lengkapnya
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 11.16
Penurunan Harga Emas Tak Terbendung, Awal Pekan Melemah Rp16 Ribu per Gram
Berita terkait
Resmi Digelar, Automechanika Jakarta 2026 Perkuat Posisi RI di Industri Otomotif Global
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 00.16
Pemerintah Pertimbangkan Pembebasan Pajak Buat Industri Tekstil
Liputan6.com · 23 September 2026 pukul 11.14
Ditanya Nasib BUMN Tekstil, Bos Danantara Bilang Sudah Ada Kesepakatan
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 18.35
Investasi Bekasi Sudah Rp50 Triliun, Pemkab Kejar Target Rp70 Triliun hingga Akhir 2026
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 17.00