Telkom Jaga Pertumbuhan dengan Tingkatkan Nilai Tambah Infrastruktur Digital
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Telkom melakukan transformasi bisnis melalui empat pilar strategis TLKM 30, yaitu operational & service excellence, streamlining, unlocking value, dan modus-operandi shift. Transformasi ini bertujuan membangun struktur bisnis yang lebih fokus dengan model Strategic Holding Company–Operating Company (HoldCo–OpCo). Telkom melakukan delayering bisnis ke dalam lima segmen: B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, International, dan Others & Ancillary. Hal ini dilakukan agar setiap bisnis memiliki akuntabilitas yang jelas dan fokus pada bisnis inti.
Pada Semester I 2026, Telkom mencatatkan pendapatan konsolidasi Rp 75,9 triliun, tumbuh 3,9% YoY. EBITDA naik 3,8% YoY menjadi Rp 37,5 triliun dengan margin 49,4%, sementara laba bersih tumbuh 1,4% YoY mencapai Rp 10,6 triliun. Secara ternormalisasi, laba bersih mencapai Rp 11,3 triliun atau naik 6,2% YoY. Pertumbuhan didorong oleh perbaikan monetisasi bisnis seluler dan disiplin operasional.
Di segmen B2B, pendapatan NeutraDC tumbuh 11% YoY menjadi Rp 867 miliar dengan kapasitas 49,9 MW. Okupansi HDC Cikarang mencapai 96%, sementga HDC Batam akan mulai beroperasi pada Semester II 2026 dengan kapasitas 6 MW. Di B2C, Telkomsel mencatatkan pendapatan Rp 28,0 triliun, tumbuh 5,3% YoY, dengan ARPU mobile naik 11,6% menjadi Rp 46 ribu. Telkomsel juga menambah spektrum 100 MHz pada pita 700 MHz dan 2.600 MHz, membawa total portofolio spektrum menjadi 265 MHz untuk dukungan pengembangan 5G.
Bagikan
Berita terkait
Telkom Mantap Jadi Strategic Holding, Ini 4 Pilar Bisnisnya
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 16.35
AI Ubah Infrastruktur Digital, Telkom Siapkan Data Center AI
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 10.45
Naik 41,3 Persen, Finpay Bukukan External Revenue Rp 914,5 Miliar hingga Juni 2026
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 16.31
Andre Rosiade Dukung Batam Jadi Pusat Data Center, Dorong Ketersediaan Gas-Listrik
Detik.com · 7 September 2026 pukul 19.08