Terjual Tiap 15 Detik, Strategi Longchamp Kuasai Pasar Global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4972790/original/097369100_1729261569-Longchamp_Plaza_Senayan__1___1_.jpg)
Longchamp, rumah mode independen asal Prancis, bertransformasi dari toko tembakau pasca-Perang Dunia II menjadi brand global. Didirikan Jean Cassegrain pada 1948, Longchamp awalnya membuat pipa tembakau berbalut kulit sebelum ekspansi ke aksesori kulit dan tas. Titik balik besar terjadi tahun 1993 dengan peluncuran Le Pliage, tas lipat terinspirasi origami Jepang yang terjual satu unit setiap 15 detik di seluruh dunia.
Longchamp menjadi salah satu dari sedikit rumah mode yang 100% masih dimiliki keluarga. Keunggulan ini memungkinkan keputusan cepat dan inovasi tanpa tekanan investor publik. Hasilnya, pendapatan naik hingga 20% pada 2024 dengan lebih dari 350 gerai mandiri di Eropa, AS, dan Asia. Mereka juga mengalihkan seluruh lini nilon Le Pliage ke serat 100% daur ulang (Pliage Green), mengurangi jejak karbon hingga 60%.
Secara strategis, Longchamp menggabungkan kemitraan teknologi ritel dengan Global Blue dan Adyen untuk sistem Tax-Free Shopping berbasis tokenisasi, serta konsisten berkolaborasi dengan seniman dan desainer untuk peremajaan produk. Model 'accessible luxury'-ya menjadikan Longchamp simbol gaya hidup profesional di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Bagikan
Berita terkait
Bukan Cuma AI, Transformasi Digital Juga Menyasar Bisnis Agrikultur Tradisional
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 14.31
Alih Kekuasaan
JPNN.com · 2 Agustus 2026 pukul 06.44
Pemuda Banyuwangi Buktikan Bisa Tembus Pasar Global Lewat Shopee FLEXI
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 14.52
Ramai Investasi Emas, Juan Justru Bongkar Hal yang Sering Diabaikan Banyak Orang!
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 13.20