Terungkap, Kontrak Rp51 T Inggris Mengalir ke Permukiman Ilegal Israel
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Investigasi Al Jazeera mengungkapkan bahwa 125 kontrak sektor publik Inggris senilai total Rp51,14 triliun (asumsi kurs Rp24.024 per poundsterling) mengalir ke 17 perusahaan yang terkait dengan aktivitas permukiman Israel di wilayah Tepi Barat. Lima kelompok usaha ini termasuk Motorola Solutions, Heidelberg Materials, Egis, CAF, dan China Fosun. Kontrak terbesar berasal dari Motorola Solutions melalui anak usahanya Airwave Solutions, yang memperoleh perpanjangan kontrak senilai Rp37,52 triliun dari Kementerian Dalam Negeri Inggris untuk jaringan komunikasi aman kepolisian dan layanan darurat. Profesor hukum internasional Stephen Humphreys dari London School of Economics menyatakan bahwa hal ini berpotensi melanggar kewajiban hukum internasional Inggris. Laporan ini muncul ketika lebih dari 140 anggota parlemen Inggris dari Partai Buruh mendesak larangan perdagangan dengan permukiman Israel, sejalan dengan penyataan ICJ pada Juli 2024 yang menyatakan bahwa pendudahan Israel di wilayah Palestina yang diduduki melanggar hukum dan meminta agar negara lain tidak memberikan bantuan.
Bagikan
Berita terkait
Afrika Selatan tuduh Israel langgar perintah ICJ terkait Jalur Gaza
ANTARA News · 29 Agustus 2026 pukul 15.49
Pendudukan Israel Sebabkan 89 Persen Kebakaran Properti Tepi Barat
VOI · 29 Agustus 2026 pukul 15.01
Wamenlu Anis Matta Tegaskan OKI Harus Menuntut Akuntabilitas Israel Atas Kejahatan Kemanusiaan
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 15.30
Pengumuman! Netanyahu Klaim Tepi Barat Wilayah Israel
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 13.20