Transaksi Digital Melesat, Tapi UMKM Minim Cuan! Ini Penyebabnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pertumbuhan transaksi digital di Indonesia belum dibarengi dengan kepercayaan digital (digital trust) yang memadai. CEO Privy, Marshall Pribadi, menekankan bahwa keamanan transaksi saja tidak cukup; diperlukan verifikasi identitas dan proses yang dapat dibuktikan untuk membangun rantai kepercayaan, seperti yang telah diterapkan pada e-Katalog LKPP dan sistem Coretax.
Kurangnya digital trust berdampak signifikan bagi UMKM, yang menyebabkan sulitnya akses ke konsumen, mitra, dan pembiayaan. Data IFC menunjukkan kesenjangan pembiayaan UMKM di Indonesia mencapai US$234 miliar, dengan tingkat penolakan kredit UMKM mencapai 41%. Identitas digital terverifikasi dianggap sebagai solusi agunan termurah bagi pelaku usaha mikro untuk mendapatkan kepercayaan lembaga keuangan.
Ke depan, tantangannya adalah memperluas infrastruktur digital trust agar interoperabel lintas negara melalui kesepakatan seperti WTO E-Commerce Agreement dan ASEAN DEFA. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem perdagangan global yang tidak hanya cepat, tetapi juga bebas dari penipuan.
Bagikan
Berita terkait
Digitalisasi Layanan Sukses Dorong Pembiayaan SME BSI Naik 20 Persen
kumparan · 14 September 2026 pukul 16.02
Aksi Kredivo Perkuat Akses Kredit Hingga Dampak Sosial-Ekonomi
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 10.27
89,2 Persen Pembiayaan Fintech Mengalir ke Sektor Produktif
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 22.08
Menkop Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Koperasi, Pemda Diminta Kurasi
Liputan6.com · 18 September 2026 pukul 19.20