Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Tren Ritel Berubah, Pengembang Pilih Fokus Bangun Ekosistem

Pelaku usaha ritel di Indonesia kini tidak lagi menjadikan lokasi premium sebagai satu-satunya pertimbangan ekspansi. Berdasarkan Quarterly Property Market Report Colliers Indonesia kuartal I 2026, tren berubah menuju pemilihan lokasi berdasarkan aktivitas kawasan dan kekuatan ekosistem. Pusat perbelanjaan makin berperan sebagai destinasi gaya hidup melalui kurasi penyewa yang ketat, penyelenggaraan acara, dan penyediaan ruang sosial yang tidak tergantikan platform online.

Data Colliers mencatat tingkat kekosongan mal premium Jakarta pada kuartal I 2026 sebesar 4,2%, dipengaruhi penutupan salah satu department store utama di Mal Kelapa Gading 1. Permintaan ruang ritel tetap tumbuh, terutama dari sektor F&B dan merek ritel mewah internasional. Terbatasnya pasokan mal premium baru mendorong kenaikan tarif sewa rata-rata 1,09% secara kuartalan. Kondisi ini memaksa pelaku usaha lebih selektif dan mengadopsi format gerai alternatif untuk menjaga efisiensi operasional.

Summarecon Serpong merespons tren tersebut dengan mengembangkan Serpong CBD sebagai kawasan terintegrasi yang kini dihuni lebih dari 12.000 keluarga dan 2.000 unit ruko. Kawasan ini siap meluncurkan kawasan komersial Strozzi Commercial dengan harga mulai Rp 4 miliar, ditujukan untuk F&B, ritel, wellness, dan layanan profesional. Model pengembangan yang mengintegrasikan hunian, komersial, dan fasilitas pendukung menjadi kunci keberlangsungan bisnis ritel ke depan.

Berita terkait