Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

Trump dan Xi Jinping Asyik Lobi-Lobi Sendiri, Peran PBB Kini Cuma Jadi Penonton?

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bertemu di Washington pada 24 September 2026, sekaligus dengan Sidang Majelis Umum PBB di New York. Pertemuan ini menjadi sorotan karena kedua pemimpin membahas isu strategis seperti perdagangan, kecerdasan buatan (AI), dan geopolitik, sementara Xi tidak hadir langsung dalam sidang PBB. Kunjungan Xi yang bersamaan dengan agenda PBB menciptakan pertanyaan tentang pusat pengambilan keputusan diplomasi global.

Kehadiran PBB semakin ditantang oleh masalah keuangan. Organisasi tersebut melakukan reformasi melalui UN80, termasuk pemangkasan 21 persen posisi di Sekretariat pada 2026. Amerika Serikat, yang masih memiliki tunggakan pembayaran iuran, telah membayar 725 juta dolar AS untuk menjaga hak suaranya di Majelis Umum. Tekanan ini bertambah dengan kebuntuan Dewan Keamanan akibat perbedaan kepentingan negara-negara anggota.

Meskipun mendapat kritik, PBB tetap menjadi ruang diplomasi penting. Sekretaris Jenderal Antonio Guterres mendorong reformasi untuk meningkatkan efisiensi, sementara pertemuan bilateral di sela-sela sidang tetap menjadi sarana diskusi isu global. Namun, pertemuan langsung Trump dan Xi menunjukkan bahwa keputusan strategis semakin banyak ditentukan oleh negara besar secara bilateral, menimbulkan tantangan bagi relevansi PBB.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait