ULTJ Beli Frisian Flag Rp14,6 T, FrieslandCampina Jadi Pengendali Baru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk. (ULTJ) mengumulkan rencana akuisisi 100% saham PT Frisian Flag Indonesia (FFI) senilai Rp14,57 triliun melalui skema penyetoran modal dalam bentuk non-uang (inbreng), sekaligus penerbitan saham baru. Transaksi ini menjadi bagian dari Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) IV, dengan rencana penerbitan maksimal 7,88 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp50 dan harga pelaksanaan Rp2.150 per saham. Dari jumlah tersebut, sekitar 6,78 miliar saham dialokasikan untuk pembayaran pengambilalihan 100% kepemilikan FFI yang saat ini dikuasai oleh FrieslandCampina International Holding B.V. (78,09%), Blue Waves Group Ventures Pte. Ltd. (16,91%), dan PT Bahtera Wiraniaga Internusa (5%).
Setelah transaksi selesai, FrieslandCampina International Holding B.V. (FCIH) akan menjadi pengendali baru ULTJ, dengan proyeksi kepemilikan sekitar 28,95% hingga 30,81% tergantung partisipasi pemegang saham lain. Sebagai pengambilalih baru, FCIH diwajibkan melakukan mandatory tender offer (MTO) atas saham ULTJ yang dimiliki publik. Kepemilikan Sabana Prawirawidjaja sebagai pengendali lama ULTJ akan terdilusi dari 53,17% menjadi sekitar 32,19%.
Manajemen ULTJ menyatakan bahwa dana dari PMHMETD IV akan digunakan untuk mendanai pengambilalihan seluruh saham FFI melalui mekanisme inbreng 100% saham ke dalam ULTJ. Transaksi ini tidak akan terhambat meskipun pemegang saham publik tidak mengikuti HMETD, karena pengambilalihan dilakukan melalui inbreng langsung dari pemilik FFI.
Bagikan
Berita terkait
FrieslandCampina Bakal Caplok Saham Ultrajaya
Detik.com · 18 September 2026 pukul 15.23
Low Tuck Kwong Jual 10 Miliar Saham ke Haji Isam, Saham BYAN Dibuka Rp 13.825
kumparan · 18 September 2026 pukul 10.35
Haji Isam Mau Masuk, Saham BYAN Terbang 20%!
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 09.42
Haji Isam Mau Caplok 30% Saham BYAN, Harga Berapa?
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 07.30