UMKM Binaan BI Tegal Ekspor Pewarna Alami Batik ke Jepang & Malaysia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Zahir dari Indigo Makers sejak 2006 mengembangkan pewarnaan alami dengan fokus pada indigo, menghasilkan pasta indigo yang siap ekspor. Produk berhasil masuk pasar Jepang sejak 2018 dan Malaysia, dengan produksi mencapai 350-400 kg/bulan serta kontrak minimum satu ton tiap tiga bulan. Produk memerlukan tes laboratorium 100% organik untuk Jepang. Pengembangan mendukung penjagaan sejarah batik Pekalongan-Banyumas yang menyebut indigo sebagai 'blue gold'. Zahir meluncurkan buku Javanese Indigo Batik di Australia 2022 dan berupaya mengurangi ketergantungan pewarna impor. BI Tegal membantu melalui fasilitasi paten serta pembinaan UMKM mencakup penguatan kelembagaan, digitalisasi, dan akses pasar global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 10.00
Cerita Sukses UMKM di KKI 2026: Raih Omzet Rp 177,2 Miliar
JPNN.com · 26 Agustus 2026 pukul 19.05
Bea Cukai Bekali UMKM dari Prosedur Ekspor hingga Strategi Gaet Buyer Internasional
CNN Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 11.45
Sasar Pasar Global, Pemprov DKI Dukung Optimal UMKM di CIEIE 2026
Warta Ekonomi · 25 Agustus 2026 pukul 17.32
Kecap Produksi Jabar Tembus Pasar Eropa, Ekspor Perdana ke Belanda Capai USD51.550
Berita terkait
KKI 2026 Jadi Ruang UMKM Indonesia Tumbuh, Tangguh, dan Berdaya Saing
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 09.55
Mendorong Produk UMKM Sawit Tembus Pasar Ekspor
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 22.37
Kerja Sama Indonesia-Tiongkok di CIEIE 2026 Dorong UMKM Melesat
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 20.33
Peluang Besar, UMKM Sawit Didorong Berani Masuk Pasar Global
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 19.04