Video: Adopsi Alat Berat EV, Kontraktor Tambang Minta Keringanan Pajak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO) menyatakan bahwa produksi batu bara Indonesia sudah mencapai puncaknya. Direktur Eksekutif ASPINDO, Bambang Tjahjono, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas produksi masih bisa dilakukan hingga 20%, namun sulit melebihi angka tersebut kecuali ada pembukaan tambang baru. Jika RKAB 2026 direvisi, produksi batu bara masih bisa digenjot ke 700 juta ton, namun target lebih tinggi dari itu sangat terbatas.
Dalam upaya meningkatkan efisiensi bisnis jasa tambang, ASPINDO melihat potensi pemanfaatan kendaraan listrik tambang seperti truk besar EV. Untuk mendorong adopsi teknologi tersebut, pelaku usaha meminta dukungan pemerintah berupa kebijakan keringanan pajak pada alat berat tambang berbasis listrik. Permintaan ini disampaikan dalam acara Closing Bell CNBC Indonesia pada Rabu, 29 Juli 2026.
Bagikan
Berita terkait
Penjualan Kendaraan Energi Baru China Tembus 60 Persen pada Juli
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 00.05
Soal Rencana Kendaraan Listrik Nasional, INDEF Beri Peringatan
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 14.58
BRI KKB Expo 2026 Hadir Serentak di 131 Cabang, Wujudkan Mobil Impian
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 18.54
International Battery Summit Kupas Tata Kelola Limbah Baterai
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 17.41