Video: Adopsi Alat Berat EV, Kontraktor Tambang Minta Keringanan Pajak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO) menyatakan bahwa produksi batu bara Indonesia sudah mencapai puncaknya. Direktur Eksekutif ASPINDO, Bambang Tjahjono, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas produksi masih bisa dilakukan hingga 20%, namun sulit melebihi angka tersebut kecuali ada pembukaan tambang baru. Jika RKAB 2026 direvisi, produksi batu bara masih bisa digenjot ke 700 juta ton, namun target lebih tinggi dari itu sangat terbatas.
Dalam upaya meningkatkan efisiensi bisnis jasa tambang, ASPINDO melihat potensi pemanfaatan kendaraan listrik tambang seperti truk besar EV. Untuk mendorong adopsi teknologi tersebut, pelaku usaha meminta dukungan pemerintah berupa kebijakan keringanan pajak pada alat berat tambang berbasis listrik. Permintaan ini disampaikan dalam acara Closing Bell CNBC Indonesia pada Rabu, 29 Juli 2026.
Bagikan
Berita terkait
Pramono Targetkan 10 Ribu Bus Transjakarta Beralih ke Listrik pada 2030
kumparan · 27 September 2026 pukul 12.25
Gapasdap Buka Suara Soal Kapal Penyeberangan Tak Mau Angkut Kendaraan Listrik
SINDOnews · 26 September 2026 pukul 18.35
Video: Moeldoko Ungkap Urgensi Insentif Truk Logistik dan Bus Listrik
CNBC Indonesia · 26 September 2026 pukul 17.00
Pasar Kendaraan Listrik Kian Berkembang, SKF Siap Perluas Portofolio Aftermarket
JPNN.com · 26 September 2026 pukul 12.59