Video: Made In Indonesia Jadi Daya Tarik Adopsi Kendaraan Listrik RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Antonio Zara, CEO Vinfast Asia Tenggara, menekankan bahwa kendaraan listrik (EV) dapat meningkatkan efisiensi, menekan biaya operasional, dan mendukung program transisi energi. Salah satu model unggulan Vinfast adalah MPV 7, mobil keluarga berkapasitas tujuh kursi yang dijual dengan harga sekitar Rp330 juta, dilengkapi penawaran gratis pengisian daya selama dua tahun. Dibandingkan dengan kendaraan konvensional, biaya operasional EV lebih hemat, terutama untuk jarak tempuh 400 hingga 500 kilometer per bulan yang dapat menghemat lebih dari Rp900.000.
Vinfast juga aktif mengembangkan model kendaraan listrik untuk kebutuhan ritel maupun komersial, termasuk dengan rencana pembangunan pabrik di Indonesia. Menurut pengamat otomotif Bebin Djuana, sektor kendaraan listrik komersial, seperti taksi, memiliki potensi pertumbuhan yang besar. Penggunaan taksi listrik di Indonesia semakin tersebar, didukung oleh inisiatif seperti taksi Green SM dari Vinfast.
Namun, pengembangan EV masih membutuhkan dukungan ekosistem yang lengkap, seperti jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL). Tanpa infrastruktur pengisian yang cukup, adopsi kendaraan listrik akan kesulitan berkembang pesat di pasar Indonesia.
Bagikan
Berita terkait
Video: Pakai EV Bikin Bisnis Cuan, Bos VinFast Bongkar Hitungannya
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 19.03
Video: Bos Vinfast Bedah Daya Tarik Kendaraan Listrik Bagi Warga RI
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 18.03
Lepas Ekspansi ke Semarang, Pasar Kendaraan Listrik Jadi Incaran
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 13.20
20.000 Unit ALVA Mengaspal, Pertumbuhan Pengguna Melesat dalam 9 Bulan
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 18.49