Warga RI Kini Belanja Pakai Uang Hasil Pinjam, Ini Buktinya!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Data Mandiri Spending Index menunjukkan belanja masyarakat Indonesia pada Juni 2026 tumbuh 5,9% year-on-year (yoy) mencapai 123 poin. Namun, pertumbuhan belanja ini semakin ditopang oleh utang. Indeks pinjaman mencakup pinjaman online (P2P lending), kartu kredit, dan paylater tumbuh 24,6% yoy dengan nilai 157,7 poin. Total outstanding ketiga pembiayaan tersebut mencapai Rp160,7 triliun per Mei 2026, dengan pinjaman online menyumbang paling besar yaitu Rp103,7 triliun (65%). Porsi pinjaman online untuk kebutuhan konsumtif terus meningkat, dari 68% pada April 2024 menjadi 86% pada April 2026. Sementara porsi untuk kegiatan produktif hanya tersisa 14%. Pertumbuhan belanja masyarakat juga mulai melandai dari 6,4% yoy di kuartal I menjadi 5,8% yoy di awal kuartal III-2026. Bank Mandiri memperingatkan bahwa pelemahan tabungan dan meningkatnya pembiayaan konsumtif menunjukkan konsumsi semakin ditopang oleh leverage rumah tangga. Bank Mandiri menyarankan penguatan tingkat penghasilan perlu menjadi prioritas, termasuk menjaga pendapatan disposabel, menahan tekanan biaya hidup, dan mendorong penciptaan lapangan kerja agar momentum konsumsi tetap sehat.
Bagikan
Berita terkait
Respons Cepat Mandiri Peduli Gempa NTT Salurkan Bantuan untuk Warga
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 11.42
Perluas Basis UMKM, Bank Mandiri Gaet 116 Ribu Debitur Baru KUR
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 15.16
KUR Bank Mandiri Tembus Rp25,6 T hingga Juli 2026, Mengalir ke UMKM
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 14.45
Ekonom Mandiri Ramal Ekonomi RI Kuartal III Tetap di Atas 5%
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 19.30