Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Warga RI Kini Belanja Pakai Uang Hasil Pinjam, Ini Buktinya!

Data Mandiri Spending Index menunjukkan belanja masyarakat Indonesia pada Juni 2026 tumbuh 5,9% year-on-year (yoy) mencapai 123 poin. Namun, pertumbuhan belanja ini semakin ditopang oleh utang. Indeks pinjaman mencakup pinjaman online (P2P lending), kartu kredit, dan paylater tumbuh 24,6% yoy dengan nilai 157,7 poin. Total outstanding ketiga pembiayaan tersebut mencapai Rp160,7 triliun per Mei 2026, dengan pinjaman online menyumbang paling besar yaitu Rp103,7 triliun (65%). Porsi pinjaman online untuk kebutuhan konsumtif terus meningkat, dari 68% pada April 2024 menjadi 86% pada April 2026. Sementara porsi untuk kegiatan produktif hanya tersisa 14%. Pertumbuhan belanja masyarakat juga mulai melandai dari 6,4% yoy di kuartal I menjadi 5,8% yoy di awal kuartal III-2026. Bank Mandiri memperingatkan bahwa pelemahan tabungan dan meningkatnya pembiayaan konsumtif menunjukkan konsumsi semakin ditopang oleh leverage rumah tangga. Bank Mandiri menyarankan penguatan tingkat penghasilan perlu menjadi prioritas, termasuk menjaga pendapatan disposabel, menahan tekanan biaya hidup, dan mendorong penciptaan lapangan kerja agar momentum konsumsi tetap sehat.

Berita terkait