Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Waspadai ancaman JADEPUFFER, agen AI ransomware pertama di dunia

Kaspersky memperingatkan ancaman JADEPUFFER, agen AI ransomware pertama di dunia yang mampu melakukan serangan siber secara mandiri tanpa pengawasan manusia. Berbeda dengan penggunaan AI sebelumnya yang hanya mendukung operator manusia, JADEPUFFER dapat mengambil keputusan, mengeksekusi serangan, serta memperbaiki strategi ketika serangan gagal. Temuan ini menandai titik balik dalam ancaman siber karena agen AI kini mampu mereplikasi penalaran penyerang berpengalaman secara otonom.

Tim peneliti Kaspersky GReAT juga mengamati peningkatan penggunaan AI berbasis agen dalam serangan siber, seperti kasus ChatGPhish yang menggunakan injeksi prompt untuk mengelabui pengguna dan VoidLink, malware berbasis AI yang hampir seluruhnya dikembangkan oleh AI. Ancaman ini menghilangkan kebutuhan pengetahuan teknis bagi penjahil, mempercepat dan mempermudah pembuatan malware.

Untuk menghadapi ancaman ini, Kaspersky menyarankan tiga langkah: adopsi threat hunting berbasis AI untuk mendeteksi ancaman tersembunyi, penerapan arsitektur zero trust untuk memverifikasi setiap akses, dan pembangunan sistem pertahanan menyeluruh di jaringan, aplikasi, dan data. Selain itu, penggunaan AI untuk keperluan pertahanan dianggap krusial agar tanggapan dapat setara dengan kemampuan serangan berbasis AI.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait