Waspadai ancaman JADEPUFFER, agen AI ransomware pertama di dunia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kaspersky memperingatkan ancaman JADEPUFFER, agen AI ransomware pertama di dunia yang mampu melakukan serangan siber secara mandiri tanpa pengawasan manusia. Berbeda dengan penggunaan AI sebelumnya yang hanya mendukung operator manusia, JADEPUFFER dapat mengambil keputusan, mengeksekusi serangan, serta memperbaiki strategi ketika serangan gagal. Temuan ini menandai titik balik dalam ancaman siber karena agen AI kini mampu mereplikasi penalaran penyerang berpengalaman secara otonom.
Tim peneliti Kaspersky GReAT juga mengamati peningkatan penggunaan AI berbasis agen dalam serangan siber, seperti kasus ChatGPhish yang menggunakan injeksi prompt untuk mengelabui pengguna dan VoidLink, malware berbasis AI yang hampir seluruhnya dikembangkan oleh AI. Ancaman ini menghilangkan kebutuhan pengetahuan teknis bagi penjahil, mempercepat dan mempermudah pembuatan malware.
Untuk menghadapi ancaman ini, Kaspersky menyarankan tiga langkah: adopsi threat hunting berbasis AI untuk mendeteksi ancaman tersembunyi, penerapan arsitektur zero trust untuk memverifikasi setiap akses, dan pembangunan sistem pertahanan menyeluruh di jaringan, aplikasi, dan data. Selain itu, penggunaan AI untuk keperluan pertahanan dianggap krusial agar tanggapan dapat setara dengan kemampuan serangan berbasis AI.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 22.35
Seram, Teknologi Canggih AI Sekarang Dipakai Hacker Hitam
Berita terkait
Bahas Kereta Cepat Bareng China, RI Pastikan Keberlanjutan Pembiayaan
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 16.45
Bocoran Terbaru AirPods Berkamera, Bisa Apa Saja?
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 16.30
"Orang Kuat Ring 1 Xi Jinping" Sambangi Menlu Sugiono, Bahas Ini
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 16.30
Emergent Siapkan Hadiah Rp800 Juta untuk 100 Peserta Building Indonesia
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 16.15