Jakarta · Minggu, 20 September 2026Cari
WargaKonoha

118 Gempa Dangkal Guncang Bandung dalam Sebulan, BMKG Perkirakan Sesar Lokal

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 118 aktivitas gempa bumi di wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya selama periode 11 Agustus hingga 17 September 2026. Gempa-gempa tersebut memiliki magnitudo antara 1,0 hingga 3,4, dengan 13 di antaranya dirasakan langsung oleh warga di Pangalengan, Talegong, dan Cisewu dengan intensitas II-III MMI, yang terasa seperti truk lewat di dalam rumah. Analisis menunjukkan pola kelurusan pusat gempa berada pada arah barat daya-timur laut, berjarak 5-8 km dari Sesar Garsela Segmen Kendang dan Kencana, namun tidak berada pada sesar utama yang sudah teridentifikasi.

BMKG menyatakan bahwa sebaran gempa ini terjadi di area yang belum terpetakan dalam Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024, sehingga diperlukan kajian lebih mendalam untuk menentukan sumber pemicunya. Menurut BMKG, gempa-gempa kecil ini bersumber dari pergerakan patahan aktif pada sesar darat yang belum terdokumentasikan. Untuk mendukung pemantauan, BMKG saat ini mengoperasikan 35 sensor seismik di Jawa Barat guna mendeteksi gempa mikro dengan presisi yang cukup baik.

Sementara itu, CNN Indonesia melaporkan 42 gempa bumi terjadi di wilayah yang sama hanya dalam periode 16-17 September 2026, dengan gempa terkuat mencapai magnitudo 3,1. Perbedaan jumlah ini dapat disebabkan oleh perbedaan definisi aktivitas gempa yang dicatat, apakah termasuk gempa mikro yang tidak terasa atau hanya gempa yang dirasakan oleh masyarakat. Hingga kini, belum ada laporan kerusakan bangunan akibat rangkaian gempa tersebut, dan BMKG terus memantau serta menyampaikan informasi resmi melalui akun terverifikasi.

Menurut tiap media