Empat Warga Gunungkidul Positif Antraks Akibat Konsumsi Bangkai Kambing Mati
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Empat warga di Gunungkidul dinyatakan positif antraks setelah mengonsumsi bangkai kambing mati mendadak yang diduga sakit. Kejadian ini terjadi pada awal September 2026 di Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu, Gunungkidul. Awalnya, tujuh orang mencurigakan dilaporkan dengan gejala antraks, dari mana empat orang dikonfirmasi positif melalui pemeriksaan PCR. Penularan memulai dari tradisi porak atau mbrandu, yaitu pembelian ternak mati untuk meredam beban pemilik. Semua empat pasien sembuh setelah mendapat perawatan intensif dan profilaksis. Diikuti dengan pemantauan 60 hari, tidak ada kasus baru yang terdeteksi. Dinas Kesehatan juga menemukan 47 orang berisiko terpapar antraks karena memiliki riwayat kontak langsung dengan kambing tersebut atau konsumsi daging serta produk turunannya. JPNN.com menyebut lokasi kejadian di Dusun Pelem, Kalurahan Semanu, sementara Detik.com hanya menyebut Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu. Pemerintah melakukan edukasi tentang bahaya menyembelih dan mengonsumsi hewan sakit atau mati mendadak serta imbauan pelaporan hewan mati tidak diketahui penyebabnya.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Nekat Makan Bangkai Kambing, 4 Warga Gunungkidul Positif Antraks
2 Oktober 2026 pukul 09.50 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
4 Warga Gunungkidul Positif Antraks Buntut Makan Daging Kambing Sakit
2 Oktober 2026 pukul 16.40 · Baca aslinya ↗
JPNN.com
Asal Mula 4 Kasus Antraks di Gunungkidul, Bermula dari Tradisi Brandu Ternak Sakit
2 Oktober 2026 pukul 17.30 · Baca aslinya ↗