Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Adopsi AI di Indonesia dan Strategi Digitalisasi UMKM

Adopsi AI di Indonesia mencapai 92% berdasarkan data Kemenkominfo, namun belum berdampak signifikan pada produktivitas bisnis. Fokus kini adalah mengubah data menjadi tindakan nyata melalui integrasi AI ke dalam workflow operasional. Tantangan utama adalah prosedur manual dan sistem terfragmentasi yang menghambat transformasi. Keberhasilan penerapan AI bergantung pada tiga pilar: sumber daya manusia, proses, tata kelola, dan infrastruktur. AI perlu diintegrasikan langsung ke dalam alur kerja untuk mengurangi pekerjaan manual, mengidentifikasi peluang lebih awal, dan memberikan informasi kritis secara real-time.

Aldo Pasha Permana, CEO Kreta Digital, menjadi narasumber dalam acara Sumatera Witel Catch Up-Riau Edition di Batam pada 27 Agustus 2026. Dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di digital marketing, Aldo menekankan pentingnya membangun kehadiran digital dan memanfaatkan AI untuk membantu pelaku usaha mengambil keputusan yang lebih cepat dan terukur. Menurutnya, digitalisasi tidak perlu dimulai dengan proses kompleks atau biaya mahal; cukup dengan memahami pelanggan melalui data penjualan, membaca ulasan konsumen, dan memperkuat eksistensi digital.

Aldo menjelaskan bahwa AI berperan sebagai alat bantu, bukan pengganti pemilik usaha. Teknologi ini dapat membantu merumuskan pertanyaan yang tepat dan memberikan alternatif tindakan berdasarkan data, namun keputusan akhir tetap bergantung pada pengalaman dan intuisi pemilik. Acara ini merupakan kolaborasi antara Sumatera Witel Telkom dan Tangan Di Atas (TDA) Wilayah Kepulauan Riau, bertujuan memperkuat kapabilitas digital dan daya saing pelaku usaha, khususnya UMKM di Kepulauan Riau.

Menurut tiap media