Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ajaib Terima Investasi Strategis Rp 4,8 Triliun dari SBI Holdings

Platform investasi Ajaib menerima investasi strategis senilai US$270 juta (Rp4,8 triliun) dari SBI Holdings, raksasa keuangan Jepang. Ini merupakan investasi terbesar dalam 4 tahu terakhir untuk perusahaan teknologi Indonesia. Modal total Ajaib mencapai US$500 juta (Rp8,9 triliun). SBI didirikan oleh Yoshitaka Kitao, bapak industri keuangan digital Jepang. Ajaib didukung investor kelas dunia seperti Horizons Ventures (Li Ka-shing), DST Global, dan Ribbit Capital. Sejak 2019, jutaan warga Indonesia menggunakan Ajaib untuk berinvestasi, mayoritas investor pemula. CEO Anderson Sumarli mengingat nasabah pertama yaitu mahasiswa yang membeli saham satu lot. Investasi untuk teman-teman pengguna yang setiap gajian menyisihkan untuk nabung saham dan kripto. Komunitas saham dan kripto Indonesia dipuji sangat semangat belajar. Pasar saham domestik, AS, dan kripto menunjukkan penguatan. Anderson menekankan pentingnya sabar, belajar, dan konsisten bukan FOMO. Ekonomi Indonesia tumbuh 5% per tahun, pertanyaannya siapa yang menikmati pertumbuhan tersebut. Teknologi Ajaib dirancang mendistribusikan pertumbuhan pasar modal ke seluruh lapisan masyarakat melalui edukasi finansial. Investasi akan dialokasikan untuk ekspansi di Asia Tenggara, tetapi prioritas utama tetap di Indonesia. Keberhasilan Ajaib didukung iklim regulasi progresif pemerintah. Perjalanan membangun usaha tidak mudah, banyak jatuh-bangun tersembunyi. Investasi besar ini untuk seluruh nasabah setia Ajaib. CEO Ajaib Anderson Sumarli menyatakan investasi ini menunjukkan kepercayaan dunia terhadap pertumbuhan nasabah Ajaib yang mencapai jutaan orang sejak 2019. Mayoritas pengguna adalah investor pemula dari kota-kota kecil di Indonesia. Dana akan dialokasikan untuk berbagai lini bisnis di Asia Tenggara, dengan fokus utama di Indonesia. Ajaib juga berencana memperluas rekrutmen dan berharap investasi global dapat mendorong inovasi di bidang AI, data center, serta penciptaan lapangan kerja berkualitas.

Menurut tiap media