Aktivis Hong Kong Joshua Wong Mengaku Bersalah dalam Kasus Kolusi dan Ancaman Hukuman Baru
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Aktivis pro-demokrasi Hong Kong Joshua Wong mengaku bersalah atas tuduhan berkolusi dengan pihak asing. Menurut tuduhan, Wong diduga bekerja sama dengan aktivis Nathan Law dan pihak lain untuk meminta sanksi atau tindakan bermusuhan terhadap Hong Kong atau Cina antara Juli hingga November 2020. Menurut CNBC Indonesia, kampanye tersebut dikenal sebagai 'International Battlefront' dan melibatkan lobi kepada politisi AS seperti Nancy Pelosi dan Marco Rubio. Sidang kasus ini digelar di Pengadilan Tinggi Hong Kong pada 2 September 2026, dengan hukuman maksimal 10 tahun. Detik.com melaporkan bahwa Wong telah menjalani hukuman penjara hampir lima tahun atas tuduhan subversi, sementara CNBC Indonesia menyebutkan ia sedang menjalani hukuman 4 tahun 8 bulan dan seharusnya bebas pada Januari 2027. Kedua sumber tidak merinci tanggal bebas yang sama.
Wong kini menghadapi kemungkinan hukuman penjara seumur hidup, menurut Detik.com. Para pengamat mencatat bahwa kasus ini menandai babak baru dalam serangkaian penyelidikan terhadap aktivis Hong Kong sejak diberlakukannya Undang-Undang Keamanan Nasional (NSL) pada Juni 2020. CNBC Indonesia menambahkan bahwa Undang-Undang Keamanan Nasional AS menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari 10 pejabat China dan Hong Kong terkait kasus ini. Pengacara Wong meminta pemotongan hukuman dari 10 tahun menjadi lima tahun.
Kasus ini juga menyoroti peran aktivis Hong Kong yang mendukung kampanye internasional sejak 2014, termasuk gerakan Occupy Hong Kong. Partai politiknya, Demosisto, dibubarkan setelah diterapkannya NSL. Para pengkritik melihat kasus ini sebagai upaya pemerintah untuk menekan para pembangkang, sementara pemerintah menyebut aktivis seperti Wong sebagai pendukung kemerdekaan yang meminta campur tangan asing.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Aktivis Joshua Wong Mengaku Bersalah Atas Tuduhan Kolusi
2 September 2026 pukul 17.09 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Baru Mau Bebas, Aktivis Demokrasi Ini Malah Terancam Bui Lagi
2 September 2026 pukul 20.40 · Baca aslinya ↗