Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Alibaba Kumpulkan Dana Rp180 Triliun untuk Pengembangan AI

Alibaba Group mengumumkan penawaran saham senilai HK$80 miliar (Rp180-180,55 triliun) untuk memupuk modal pengembangan AI, dengan menjual 710 juta saham di harga HK$112,70 per lembar. Transaksi ini menjadi penawaran sekunder terbesar di Bursa Efek Hong Kong dan peringkat ketiga terbesar global pada 2026. Media melaporkan angka diskon yang berbeda: CNBC dan kumparan menyebutkan diskon 3,6%, sementara Warta Ekonomi menyebutkan diskon 8,4%. Seluruh dana akan digunakan untuk penguatan kapabilitas AI termasuk pengembangan chip, infrastruktur komputasi, dan model bahasa besar seperti Qwen.

Beberapa media menyatakan transaksi ini sebagai primary follow-on offering terbesar di Hong Kong sepanjang masa (kumparan), sementara Warta Ekonomi menyebutkannya sebagai primary follow-on offering terbesar di Hong Kong. Alibaba juga melaporkan penurunan laba bersih 75% pada kuartal kedua 2025 akibat lonjakan belanja modal AI, meskipun pendapatan tetap tumbuh 9%. Perusahaan telah menghabiskan hampir separuh dari rencana belanja modal tiga tahannya sebesar US$56,55 miliar untuk infrastruktur AI.

Saham Alibaba anjlok hingga 10% di pasar Hong Kong setelah pengumuman ini, mencerminkan kekhawatiran investor tentang dampak negatif jangka pendek pada kepemilikan pemegang saham dan kecepatan pengembalian investasi AI. Meskipun demikian, Alibaba mempercepat proyeksi waktu kembali modal AI dari tiga tahun ke 2,5 tahun, didorong oleh lonjakan permintaan layanan AI. Penawaran ini tidak tersedia bagi investor AS karena diklasifikasikan sebagai transaksi offshore, namun mengalami kelebihan permintaan dari investor global termasuk sovereign wealth funds.

Menurut tiap media