Anggaran Subsidi Energi 2027 Dinas ESDM Naik 20,1% Menjadi Rp272,9 Triliun
Rangkuman gabungan dari 4 media · disusun dengan AI
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan bahwa anggaran subsidi energi dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 direncanakan sebesar Rp272,9 triliun, meningkat sekitar Rp45,7 triliun (20,1%) dibandingkan Rp227,25 triliun pada outlook 2026. Kenaikan ini didasari asumsi nilai tukar rupiah Rp17.500 per dolar AS, harga minyak dunia (ICP) USD 75 per barel, serta kuota penyaluran energi bersubsidi.
Subsidinya tersebar untuk tiga komoditas utama: BBM sebesar Rp28,7 triliun, LPG tabung 3 kg sebesar Rp114,1 triliun, dan listrik sebesar Rp130,1 triliun. Namun, beberapa media menyebutkan angka yang berbeda untuk subsidi BBM dan LPG: Warta Ekonomi mencantumkan subsidi Jenis BBM Tertentu dan LPG Tabung 3 kg sebesar Rp142,836,5 miliar (naik 22,2%), sementara SINDOnews menyebut BBM Rp28,7 triliun dan LPG tabung 3 kg Rp114,1 triliun.
Penentuan subsidi energi masih dalam proses pembahasan dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Bappenas, dan DPR RI. Keputusan akhir akan ditetapkan pada September atau Oktober 2026 setelah melalui proses harmonisasi anggaran, termasuk rapat kerja dan rapat dengar pendapat dengan DPR RI. Pemerintah juga mengkaji kemungkinan pembatasan konsumsi Pertalite berdasarkan desil kesejahteraan ekonomi.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
JawaPos
Konsumsi Pertalite Dibatasi tapi Anggaran Subsidi Energi RAPBN 2027 Melonjak jadi Rp 272,9 Triliun
21 Agustus 2026 pukul 13.31 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Subsidi Energi RAPBN 2027 Naik Jadi Rp272,9 T, Pemerintah Masih Kaji Besaran Final
21 Agustus 2026 pukul 14.30 · Baca aslinya ↗
kumparan
Subsidi Energi Naik 20,1% di RAPBN 2027, Ikuti Asumsi Nilai Tukar dan Harga ICP
21 Agustus 2026 pukul 15.48 · Baca aslinya ↗
SINDOnews
Subsidi Energi 2027 Bengkak Jadi Rp272,9 Triliun, ESDM Singgung Pelemahan Rupiah
21 Agustus 2026 pukul 15.58 · Baca aslinya ↗