Jakarta · Senin, 5 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Subsidi Energi RAPBN 2027 Naik 20,1% ke Rp272,9 Triliun

Pemerintah mengalokasikan subsidi energi sebesar Rp272,9 triliun dalam RAPBN 2027, meningkat sebesar 20,1% dari Rp227,25 triliun pada proyeksi 2026. Kementerian ESDM menyatakan kenaikan ini didasari asumsi nilai tukar Rp17.500 per USD, harga minyak dunia (ICP) USD75 per barel, dan kuota penyaluran energi bersubsidi. Subsidi tersebut akan disalurkan untuk tiga komoditas utama: BBM, LPG 3 kg, dan listrik.

SINDOnews melaporkan alokasi subsidi untuk BBM sebesar Rp28,7 triliun, LPG tabung 3 kg Rp114,1 triliun, dan listrik Rp130,1 triliun. Sementara itu, Kumparan menyebutkan subsidi BBM tertentu dan LPG 3 kg naik 22,2% menjadi Rp142,8 triliun, sementara subsidi listrik naik 17,8% menjadi Rp130,1 triliun. Perbedaan ini mencerminkan cara masing-masing media mengelompokkan dan menyajikan data alokasi subsidi.

Penetapan subsidi akhir mas masih menunggu kesepakatan dengan DPR dan diperkirakan akan ditetapkan pada September hingga Oktober 2027. Kementerian ESDM menegaskan bahwa beberapa variabel ekonomi internasional, termasuk nilai tukar dan harga minyak, dapat memengaruhi besarnya alokasi subsidi energi tersebut.

Menurut tiap media