Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

ASDP Deploy Kapal Ferry Bantu di Selat Bali untuk Urai Kemacetan Ketapang-Gilimanuk

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengoperasikan tiga kapal feri perbantuan di Selat Bali, yaitu KMP Atayana, KMP Portlink VII, dan KMP Liputan XII, untuk mengurai kemacetan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dan Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. Ketiga kapal ini menerapkan sistem Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) guna memangkas waktu sandar dan mempercepat proses bongkar muat. KMP Atayana dan KMP Portlink VII ditempatkan di Pelabuhan Gilimanuk untuk mempercepat pengangkutan armada dari arah Bali. Kapasitas ini merupakan bagian dari 25 kapal feri yang melayani lintasan penyeberangan di Selat Bali.

ASDP juga meningkatkan kapasitas angkut penyeberangan dan menerapkan pola TBB untuk mengurai kemacetan truk menuju Pelabuhan Ketapang. Corporate Secretary ASDP Windy Andale menyatakan bahwa kepadatan truk masih terjadi, namun upaya ini dilakukan bersama regulator. Volume kendaraan logistik naik sekitar 14% dibanding bulan sebelumnya, sementara penyesuaian kapasitas dermaga selama pembangunan juga memengaruhi operasional. Saat ini, 24 kapal besar dioperasikan dengan opsi penambahan kapal bantuan sesuai kebutuhan.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menjelaskan kolaborasi dengan BPTD dan KSOP dilakukan untuk mempercepat penguraian antrean. Kemacetan sepanjang 12 kilometer menuju Pelabuhan Ketapang disebabkan oleh proyek revitalisasi Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk dan dermaga ponton Pelabuhan Ketapang menjadi movable bridge (MB) berkapasitas 50 ton. Operasional dermaga belum 100%, sehingga jumlah kapal beroperasi berkurang dari 28 menjadi 25. Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan langkah tanggap darurat telah diambil, termasuk penggunaan tiga kapal bantuan dengan pola TBB untuk memangkas waktu sandar dan mempercepat bongkar muat.

Menurut tiap media