Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

B50 Jadi Modal Transisi Energi, Pertamina Siap Distribusi Nasional

Anggota Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menyatakan bahwa pencapaian Indonesia dalam mengembangkan program biodiesel hingga B50 menjadi modal penting untuk memperkuat ekosistem transisi energi nasional. Menurutnya, pengembangan biodiesel tidak hampir mendukung ketahanan energi, tetapi juga menjadi bagian upaya menekan emisi karbon dan menghadapi perubahan iklim. Pernyataannya disampaikan dalam peluncuran buku Transisi Energi di Universitas Sahid, Jakarta. SINDOnews melaporkan peluncakan buku pada Senin 7 September 2026, sementara JPNN.com melaporkan pada Jumat 4 September 2026. Kedua sumber menyebutkan bahwa Indonesia mas mas masih berada pada tahap B40 saat buku ditulis, namun pemerintah telah meningkatkan mandatori biodiesel ke B50 pada Juli 2026. Program Biodiesel B50 adalah kelanjutan pengembangan sejak 2008, dilakukan secara bertahap dari B20 hingga B50. Dengan B50, bahan bakar diesel dicampur 50% biodiesel berbasis minyak sawit dan 50% solar. PT Pertamina (Persero) menyatakan kesiapan penyaluran B50 secara nasional mencapai lebih dari 90% pada awal September 2026, dengan target implementasi penuh pada 1 Oktober 2026. Program ini merupakan kelanjutan dari kebijakan biodiesel sejak 2008, yang berkembang dari B20, B30, B35, B40, hingga B50. Dinamika kebijikan energi nasional yang cepat ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mengakselerasi transisi energi.

Menurut tiap media