Bandara Halim dan Soetta Ditutup Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Penutupan sementara operasional penerbangan sipil di Bandara Halim Perdanakusuma dan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dilakukan akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Liputan6.com melaporkan penutupan Bandara Halim mulai pukul 07.20 WIB hingga pukul 14.00 WIB pada Minggu, 6 September 2026, berdasarkan hasil paper test oleh unit Meteorologi dan koordinasi antara Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah Kerja I, AirNav Indonesia, dan pihak terkait melalui NOTAM A3345/26. JPNN.com melaporkan penutupan yang diperbarui hingga pukul 18.00 WIB pada 7 September 2026, dengan Bandara Soetta (CGK) dan Halim (HLP) ditutup masing-masing sejak pukul 08.28 WIB dan 08.16 WIB, berdasarkan NOTAM A3373/26, A3372/26 dan revisinya. Perbedaan terlihat pada periode penutupan: Liputan6.com menyebutkan penutupan hingga pukul 14.00 WIB, sementara JPNN.com melaporkan perpanjangan hingga pukul 18.00 WIB. AirNav Indonesia terus memantau kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik untuk penyesuaian kebijakan selanjutnya. Dampak penutupan meliputi 10 penerbangan yang terdampak, terdiri dari delapan keberangkatan dan dua kedatangan, dengan penumpang diproses untuk refund dan pengaturan layanan sesuai prosedur.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Liputan6.com
Bandara Halim Ditutup hingga Pukul 14.00 Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau
6 September 2026 pukul 10.55 · Baca aslinya ↗
JPNN.com
NOTAM Update: Bandara Soetta dan Halim Perdanakusuma Masih Ditutup Hingga 18.00 WIB
7 September 2026 pukul 09.26 · Baca aslinya ↗