Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Banjir Bandang Nepal: 19-22 Tewas, Ratusan Wisatawan Hilang, Infrastruktur Rusak Parah

Banjir bandang di distrik pegunungan Rasuwa, Nepal, terutama di wilayah perbatasan dengan Tibet, menyebabkan kerugian besar. Detik.com melaporkan 19 orang tewas dan lebih dari 380 wisatawan hilang, sementara SINDOnews dan Media Indonesia melaporkan 22 orang tewas. Jumlah wisatawan asing yang hilang konsisten dilaporkan sebesar 291 orang, dengan total wisatawan hilang mencapai 384 orang. Para wisatawan ini termasuk warga negara asing dari berbagai negara seperti India, Australia, Belanda, Amerika Serikat, Inggris, AS, dan Malaysia, yang terutama terdampak di Syabrubesi dan sekitarnya.

Operasi penyelamatan dilakukan dengan menggunakan beberapa helikopter, namun ketinggian banjir dan kondisi cuaca yang buruk menghambat proses evakuasi. Di wilayah Syapru Besi dan Timure, jalan, jembatan, dan proyek pembangkit listam listrik rusak akibat banjir dan lumpur. Pemerintah Nepal meningkatkan operasi pencarian dengan melibatkan Tentara Nepal dan aparat keamanan, sementara Perdana Menteri Balendra Shah mengadakan rapat kabinet darurat untuk koordinasi penyelamatan dan bantuan.

Di sisi lain, Tibet melaporkan korban jiwa dalam jumlah besar dan wisatawan hilang di wilayah Gyirong setelah tanah longsor menghantam jalur darat antara Tiongkok dan Nepal, memutus akses jalan, komunikasi, dan listrik di Shigatse. Presiden Xi Jinping mendesak pencarian maksimal untuk korban hilang dan penguatan sistem peringatan dini. Aktivis iklim Prayash Adhikari mengatakan banjir telah menghancurkan seluruh desa, termasuk bangunan, sekolah, jembatan, dan jalan. Administrator distrik setempat memperkirakan korban bisa lebih banyak, namun belum dapat dipastikan secara akurat.

Menurut tiap media