Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

Bank Indonesia Dorong Penguatan Keamanan Siber dan Kompetensi Digital

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan potensi kerugian akibat kejahatan siber di Indonesia mencapai USD6,2 miliar atau sekitar Rp111 triliun pada tahun 2026. Risiko ini meningkat akibat digitalisasi nasional dan penggunaan AI yang memicu ancaman fraud serta scam di ekosistem keuangan. BI berkomitmen memperkuat sistem keamanan, literasi, perlindungan konsumen, serta bersinergi dengan OJK, kementerian, dan industri untuk menjaga infrastruktur pembayaran nasional.

Di sisi lain, Gubernur BI Destry Damayanti mendorong perempuan menjadi produsen teknologi untuk meningkatkan produktivitas ekonomi. CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menambahkan bahwa teknologi dan AI membantu ibu rumah tangga menjadi pengusaha sejak pandemi Covid-19. BI berupaya mengubah bonus demografi menjadi bonus kompetensi melalui program Pendidikan Inovasi Digital Indonesia (PIDI) dan Hackathon, yang telah mengkurasi 80 tim dari 2.000 proposal inovasi digital.

Menurut tiap media