Bank Indonesia Dorong Penguatan Keamanan Siber dan Kompetensi Digital
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Bank Indonesia (BI) memproyeksikan potensi kerugian akibat kejahatan siber di Indonesia mencapai USD6,2 miliar atau sekitar Rp111 triliun pada tahun 2026. Risiko ini meningkat akibat digitalisasi nasional dan penggunaan AI yang memicu ancaman fraud serta scam di ekosistem keuangan. BI berkomitmen memperkuat sistem keamanan, literasi, perlindungan konsumen, serta bersinergi dengan OJK, kementerian, dan industri untuk menjaga infrastruktur pembayaran nasional.
Di sisi lain, Gubernur BI Destry Damayanti mendorong perempuan menjadi produsen teknologi untuk meningkatkan produktivitas ekonomi. CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menambahkan bahwa teknologi dan AI membantu ibu rumah tangga menjadi pengusaha sejak pandemi Covid-19. BI berupaya mengubah bonus demografi menjadi bonus kompetensi melalui program Pendidikan Inovasi Digital Indonesia (PIDI) dan Hackathon, yang telah mengkurasi 80 tim dari 2.000 proposal inovasi digital.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
SINDOnews
Kejahatan Siber Makin Ganas, Indonesia Rugi Rp111 Triliun di 2026
24 September 2026 pukul 12.10 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Dari Dapur ke Pasar Digital, Teknologi Bantu Ibu Rumah Tangga Jadi Bos
25 September 2026 pukul 15.00 · Baca aslinya ↗