Bank Indonesia Kuatkan Transaksi Mata Uang Lokal untuk Jaga Stabilitas Rupiah
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Bank Indonesia (BI) memperkuat transaksi mata uang lokal (LCT) dengan negara mitra seperti Malaysia, Thailand, Jepang, China, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, dan Singapura untuk menjaga stabilitas rupiah. Upaya ini dilakukan di tengah ketidakpastian global dan gejolak geopolitik. BI juga melakukan intervensi valuta asing, mengkalibrasi suku bunga, serta mengoptimalkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menarik aliran modal asing. Cadangan devisa Indonesia sebesar 146,5 miliar dolar AS atau setara 5,4 bulan impor, di atas standar internasional tiga bulan impor. Pemerintah dan BI terus koordinasi untuk menyediakan likuiditas pasar melalui pembelian surat berharga pemerintah di pasar sekunder.
BI juga memperkuat kebijakan Local Currency Transaction (LCT) dengan Malaysia, Thailand, Jepang, China, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, dan Singapura untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Selain itu, BI membeli surat berharga pemerintah di pasar sekunder dan menerapkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial untuk menyalurkan kredit ke sektor riil serta mempercepat digitalisasi sistem pembayaran. Cadangan devisa Indonesia mencapai 146,5 miliar dolar AS, setara 5,4 bulan impor, jauh di atas standar internasional 3 bulan. Meski ekonomi global lemah dengan inflasi tinggi, perekonomian Indonesia tetap tangguh dengan inflasi dan posisi eksternal yang terjaga.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
ANTARA News
BI terus perkuat transaksi mata uang lokal jaga stabilitas rupiah
9 September 2026 pukul 16.11 · Baca aslinya ↗
Liputan6.com
Jurus BI Bentengi Rupiah dari Gejolak Dolar AS
9 September 2026 pukul 16.45 · Baca aslinya ↗